Senin, 6 September 2010
  • NEWSFLASH :
    • Laporkan Kegiatan 17 Agustus-an Anda ke Citizen Jurnalism Sripoku.com

    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
  • :
Dosen Harus Buang Penyakit Malas
 
Sriwijaya Post - Kamis, 29 Juli 2010 21:06 WIB



PALEMBANG - Dosen bukan hanya dituntut memberikan ilmu teori tapi juga bagaimana bisa memiliki kualitas diri sehingga dapat mentrasfer ilmu kepada mahasiswa.

“Tuntutan sudah banyak, di antaranya harus ikut sertifikasi sebagai bukti bahwa sudah memiliki kemampuan. Ini dalam rangka menjalankan tugas secara profesional. Dosen jangan hanya pintar

mengajar saja,” kata Rektor Universitas PGRI Palembang, DR H Syarwani Ahmad, MM saat membuka Pelatihan Pengisian Bahan Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas PGRI Palembang, Rabu (28/7).

Syarat sertifikasi sudah mutlak namun menurut Syarwani, kelemahan yang banyak dimiliki dosen adalah enggannya mengikuti persyaratan ini. Bahkan untuk mengikuti jenjang akademi saja sangat sulit dan tidak mau. Padahal di samping pendidikan, jabatan akademik juga perlu.

“Buanglah penyakit malas dan alasan tak ada waktu. Itu hanya sebuah alasan yang tidak tepat. Kalau soal kemampuan, kan bisa diasah. Wong batu saja jika diasah terus bisa dibentuk,” kata

Syarwani yang berharap dosen di Universitas PGRI Palembang membuang kemalasan dan bergiat memacu diri dalam mengembangkan kualitas diri. Pihak Universitas diakui Syarwani sangat

mendukung penyediaan sarana dan prasarananya. Bahkan untuk mengikuti jenjang pendidikan akademik sampai ke strata tiga.

Kepala UPT Pusat Penelitian (Puslit) Universitas PGRI Palembang, Drs Houtman MPd mengatakan pelatihan ini pertama kali dilakukan karena sesuai amanat Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) bahwa laporan kinerja dosen tidak boleh lagi dalam bentuk manual.

“Laporan kinerja dosen ditolak Dikti karena masih bersifat manual. Untuk itulah pelatihan hari ini diikuti seluruh dosen Universitas PGRI Palembang agar laporan kinerja tidak ditolak lagi,” kata

Houtman seraya menambahkan dosen memiliki kewajiban melaporkan kinerjanya per semester terutama bagi dosen yang sudah disertifikasi. Minimal satu karya ilmiah wajib ditulis oleh tiap dosen sebagai bentuk laporan kerja.

Sebanyak 50 dosen yang mengikuti pelatihan dan diharapkan seluruh dosen Universitas PGRI Palembang yang mencapai ratusan orang bisa semuanya.

Hal ini diakui Houtman selain sebagai syarat Dikti juga dalam rangka tertib administrasi dan kelancaran kegiatan belajar mengajar di Universitas PGRI Palembang. (saf)

sripo cetak


Di Baca 207 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.