PALEMBANG, SRIPO — Sriwijaya FC lebih senang bertemu Arema Indonesia di partai puncak Piala Indonesia di Stadion Manahan Solo, Minggu (1/8) nanti. Sebab sangat banyak keuntungan dari Singo Edan julukan Arema.
Semalam, Arema Indonesia melangkah ke final setelah mengalahkan Persik Kediri 4-0. Peluang Arema merebut double winners sangat terbuka jika mampu menyingkirkan juara bertahan SFC. Gol dicetak Irfan Raditya menit ke-47, M Ridhuan (52), M. Fahruddin (88), dan Rahmat Affandi (injury time)."Kita senang bertemu Arema Malang di partai final. Sebab banyaklah untungnya buat tim," jelas Manajer SFC Hendri Zainudin, Rabu (28/7). Anggota DPRD Banyuasin menjelaskan, keuntungan jika bertemu Arema maka motivasi Keith Kayamba Gumbs cs lebih berlipat ganda, karena status tim asuhan Robert Rene Albert itu juara Indonesia Super Liga (ISL). Selain itu rekor SFC lebih baik ketimbang lawannya. SFC mampu menang 3 kali, imbang 3 kali dan kalah 2 kali. "Kita bisa mengambil motivasi pemain untuk meraih gelar Piala Indonesia. Sebab pemain sangat berambisi mengalahkan Arema," jelas Hendri. Bandingkan jika berhadapan dengan Persik Kediri. Tim yang diperkuat Yongki Aribowo cs itu menunjukkan grafik permainan yang luar biasa sepanjang babak Piala Indonesia. Keuntungan lainnya adalah, SFC sangat berambisi untuk berlaga di play off Liga Champions Asia (LCA) dan Asian Football Confederation (AFC). Syaratnya SFC harus mampu mempertahankan Piala Indonesia. "Jika bertemu Arema, meskipun kalah kita tetap berlaga di Asia, mengingat status Arema yang juara Liga. Artinya Arema pasti memilih LCA," jelasnya. Sementara dalam aturan kompetisi, jika Arema menang di Piala Indonesia, artinya Arema berstatus sebagai tim peraih double winner dan akan mendapatkan undangan dari dua ajang kompetisi sepakbola se-Asia yakni, dari LCA dan AFC. Tetapi tidak mungkin Arema memilih keduanya, sebab mereka sudah mendapatkan satu tiket ke LCA dan menjadi pilihan mereka. "Maka dengan sendirinya mereka menarik diri dari AFC. Tentunya tim yang menjadi runner up Piala Indonesialah yang akan mengikuti AFC," jelas Hendri. Itulah alasannya, mengapa SFC senang bertemu Arema. Sebab kalah ataupun menang tetap berlaga di AFC. "Tetapi kami tetap yakin, memang mempertahankan gelar Piala Indonesia," jelasnya. Pemain Siap Tempur Dipindahkannya pertandingan final Piala Indonesia dari Gelora Delta Sidorajo Surabaya ke Stadion Manahan Solo disambut suka cita Keith Kayamba Gumbs cs. Sebab kondisi lapangan stadion lebih bagus dari lapangan stadion Deltras. "Para pemain sangat senang, sebab kondisi lapangan Manahan sama bagusnya dengan Stadion di Jakabaring," jelas Hendri. Secara terpisah Keith Kayamba Gumbs mengaku sangat bersemangat menghadapi parti final, apalagi pertandingan diselenggarakan di Manahan. "Siapapun tim yang kita hadapi nantinya di semifinal, kondisi sama-sama memiliki kesempatan besar untuk menang," tegas kapten Gumbs. Pelatihh Rahmad Darmawan mengakui, SFC sudah mampu melewati masa tersulit dengan mengalahkan Persipura melalui adu penalti. "Kondisi pemain bagus dan tidak ada yang cedera, secara mental mereka siap tempur. Motivasi mereka sangat berlipat dan kita akan menikmati pertandingan di final," jelas RD yang akan mengakhiri tugasnya usai final nanti. (ndr)