LUBUKLINGGAU - Kenaikan harga kebutuhan pokok terutama beras di sejumlah pasar di Lubuklinggau makin tak terkendali. Kini harga beras kampilan ukuran 20 kilogram merek Selancar dan JM melonjak
jadi Rp 145 ribu per kampil. Padahal sekitar dua pekan lalu harga beras merek ini masih bertahan Rp 135 ribu per kampil.
Demikian pula beras lokal jenis IR 64, kini naik jadi Rp 6.500/Kg, dari sebelumnya Rp 6.000. Sejumlah pedagang beras di pasar Satelit Lubuklinggau mengatakan tidak mengetahui alasan kenaikan harga beras.
Soal stok menurut para pedagang masih banyak. Menurut pedagang, mereka terpaksa menjual dengan harga tinggi, karena ditingkat agen juga naik.
“Kita ambil di agen sudah tinggi, jadi ketika dijual di pasaran harganya juga mengikuti. Untuk stok tidak ada masalah,” ujar Jaya (37), pedagang sembako di kawasan pasar Satelit Lubuklinggau, Kamis (22/7).
Disebutkan, biasanya menjelang bulan puasa, harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat memang cenderung mengalami kenaikan. Namun menurutnya, kenaikan harga sembako saat ini sangat drastis.
Bahkan, satu bulan sebelum memasuki bulan puasa, harga sudah merangkak naik. “Biasanya sekitar satu atau dua minggu sebelum puasa, harga baru naik. Tapi kali ini, jauh hari sebelum puasa sudah
naik. Dan kenaikan kali ini merupakan kenaikan paling tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khusus untuk harga beras,” ujarnya.
Selain beras, harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Gula pasir naik menjadi Rp 11.000/Kg dari sebelumnya Rp 9.000, ayam potong yang biasanya Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kilogram melonjak menjadi Rp 34.000. (zie)