PEKANBARU - Kamp Pelindung Iklim (Climate Defender Camp) yang dibangun Greenpeace pada Oktober 2009 lalu di Semenanjung Kampar, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, terbakar, Minggu (11/4/2010) sekitar pukul 04.00.
Kebakaran itu menghabiskan bangunan utama, berupa kantor dan tempat tidur serta sebagian gudang di sebelah kanan. Diduga, bangunan yang sudah diserahkan ke Direktur eksekutif Greenpeace Asia Tenggara, Von Herandez, kepada warga Teluk Meranti pada akhir November 2009, dibakar orang tak dikenal.
Syamsudin, warga Teluk Meranti, Minggu (11/4), mengatakan, warga melihat api melahap bangunan kamp sekitar oukul 05.00. "Pada Sabtu (10/4) malam, harusnya saya dan istri yang berjaga. Kasur, sajadah dan mukenah milik istri saya sudah diletakan di sana. Namun karena ada keperluan mendadak, pada Sabtu (10/4) sore, saya dan istri kembali ke rumah. Saya yakin ada yang sengaja membakarnya," kata Syamsudin.
Greenpeace mendirikan pos pada akhir Oktober 2009, untuk menarik perhatian internasional akan pentingnya melindungi hutan alam dalam rangka menghindari bencana perubahan iklim menjelang pertemuan iklim PBB di Kopenhagen yang akan dimulai 7 Desember 2009.
Lebih dari seribu orang warga Teluk Meranti mengunjungi Pos Pelindung Iklim Greenpeace (Climate Defender Camp) di Jantung Hutan Sumatra, untuk menghadiri upacara penyerahan pos kepada masyarakat lokal pada akhir November 2009. Upacara yang meriah dan inspiratif ini diselenggarakan oleh Greenpeace dan para pemuka masyarakat lokal.
"Pos pelindung iklim berdiri sebagai simbol solidaritas bersama komunitas lokal dalam pertarungan menghentikan penghancuran hutan di Semenanjung Kampar. Kami akan tetap bekerja bersama mereka dan rekan-rekan lain dalam masalah ini. Kami akan memastikan bahwa tuntutan mereka, serta orang-orang lain yang mendambakan dunia layak huni untuk anak-anak mereka, terdengar di Jakarta dan Kopenhagen," kata Von Hernandez, Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara di acara penyerahan itu.