Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Palembang dan Muaraenim Terbaik
 
Sriwijaya Post - Minggu, 14 Maret 2010 19:10 WIB


PALEMBANG—Dari 15 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), hanya PDAM Tirta Musi dan PDAM Muaraenim yang masuk kategori sehat dan terbaik dalam sistem managemen pengelolaan. Dua

perusahaan ini tidak lagi membebani APBD dan mampu memberikan pelayanan distribusi air bersih hingga 60-80 persen penduduk dengan harga jual mendekati angka keekonomian.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Ir Rizal Abdullah, Sabtu (13/3) mengatakan, kedua PDAM tersebut sudah dikelola secara profesional oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Untuk kemajuan PDAM, Rizal menilai subsidi tarif yang diberikan kepada pelanggan, justru tidak

membuat PDAM sehat dan membebankan anggaran. Di sisi lain, masyarakat cenderung boros memakai air karena terlalu murah. Akibatnya, sebagian besar PDAM yang ada di Sumsel tidak

sehat. “Lebih baik biaya pasang baru sedikit dilonggarkan atau murah, bahkan jika bisa digratiskan, gratiskan. Tapi, harga jual ke pelanggan diberlakukan tarif standar. Jadi ada mengalihan subsidi,” kata Rizal.

Rizal mengaku, Muaraenim dan Palembang sudah sehat sistem pengelolaan dan keuangannya sehingga dapat melibatkan investor dari luar atau dalam pengembangan infrastruktur jaringan tidak lagi menggunakan dana APBD tetapi sudah berhubungan dengan bank atau pinjaman luar negeri (loan).

Biasanya, bank mau memberikan pinjaman, jika perusahaan itu sehat. Palembang dan Muaraenim terbaik di Sumsel,” katanya.

Rizal juga mengkritisi kebijakan pimpinan kepala daerah yang mendapatkan orang-orang pensiunan yang kurang profesional ke dalam struktur PDAM sehingga perkembangan PDAM mengalami stagnasi.

Pak Syaiful bagus, ia orang luar dan semangat membangun PDAM,” katanya.

Terkait program 10 juta sambungan rumah (SR) yang diprogramkan Departemen PU selama 2009-2013, Rizal mengatakan, target layanan perkotaan untuk air besih 80 persen dan kabupaten 60

persen. Untuk program ini, di Sumsel tidak perlu lagi membangun unit pengolahan air bersih (Water Treatment Plan/WTP) karena kapasitas yang dimiliki di 15 PDAM mencapai 469.190 SR.

Hanya saja yang terpakai baru 234.085 SR sedangkan yang idle (tidak terpakai) 235.115 SR.   Terkait dengan 235.115 yang idle ini, Rizal Abdullah mangaku akan memanfaatkan program 10

juta sambungan ini ke Departemen PU dengan mengajukan bantuan dana sambungan dari pipa distribusi ke rumah pelanggan.

Kita manfaatkan peluang sambungan yang idle ini dan minta subsidi dari pusat sehingga masyarakat bisa menikmati pasang baru dengan harga terjangkau bahkan biasa gratis,” katanya sripo

(sin)


Di Baca 397 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.