
PEMALANG — Ribuan orang memadati lokasi pemakaman Dulmatin di tanah keluarga di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (12/3/2010).
Selain keluarga dan warga sekitar, juga tampak ratusan orang berpakaian gamis dan bercelana tiga perempat. Mereka meneriakkan kata-kata ”Allahu Akbar” dan membentuk pagar betis di lokasi pemakaman saat jenazah Dulmatin tiba sekitar pukul 08.20. Prosesi pemakaman juga diwarnai dengan teriakkan yel-yel jihad oleh mereka.
Sebelum dibawa ke lokasi pemakaman, sekitar pukul 07.00 jenazah Dulmatin dishalatkan di Masjid Besar Kauman yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orangtua Dulmatin. Shalat jenazah dilakukan sebanyak dua kali.
Jenazah Dulmatin selanjutnya dibawa ke lokasi pemakaman yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah orangtuanya dengan menggunakan mobil bak terbuka. Di sepanjang perjalanan, ribuan orang, termasuk anak-anak sekolah, juga terlihat berdiri di pinggir jalan.
Dalam prosesi pemakaman tersebut, keluarga yang tampak hanya laki-laki, sedangkan keluarga perempuan, termasuk istri Dulmatin, Istiada, tidak hadir di lokasi pemakaman. Sebagian warga mengaku penasaran dengan pemakaman Dulmatin karena mereka sering mendengar pemberitaan di televisi mengenai tersangka teroris tersebut.
”Penasaran saja karena sering diberitakan di TV. Jadi, tadi pagi pukul 07.00 sudah ke sini (pemakaman),” kata seorang warga di lokasi pemakaman.
Prosesi pemakaman berlangsung sekitar 40 menit. Doa pada proses pemakaman dipimpin oleh Zaid Ahmad Sungkar yang juga menjadi juru bicara keluarga. Saat dibawa ke makam, jenazah Dulmatin tidak dimasukkan ke dalam peti, seperti saat tiba dari Jakarta, tetapi dimasukkan dalam keranda.
Proses pemakaman dari rumah menuju pemakaman mendapat penjagaan dari ratusan polisi. Hingga saat ini, rumah orangtua Dulmatin masih didatangi banyak pelayat. Tenda dan kursi juga masih terpasang di halaman rumah tersebut. Aktivitas pedagang sayuran di depan rumah orangtua Dulmatin, yang berada di kawasan Pasar Petarukan, tidak terlihat.
Menurut Giono, salah seorang pedagang di pasar tersebut, para pedagang memilih berjualan di dalam pasar. ”Biasanya mereka berjualan di pinggir jalan, tapi karena ada kejadian ini, mereka berjualan di dalam pasar,” katanya.
Zaid Ahmad Sungkar, mewakili keluarga, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pemulangan jenazah Dulmatin. Sesuai kebiasaan dalam keluarga, mereka tidak mengadakan acara tahlilan seusai pemakaman.