JAKARTA - Rumah kontrakan Yahya Ibrahim di jalan salak 5 blok C/ 3 , kel pondok benda, Pamulang, terlihat kosong. Setelah penggerebekan rumah tersebut memang dibiarkan kosong. "Sebenarnya sudah ada yang mau tetapi dipending dulu, biar diidentifikasi dulu sama petugas" ujar Karsana (37), pemilik kontrakan.
Menurut Karsana, didalam kontrakan tersebut minim barang. "Saya pernah masuk, waktu itu saluran airnya mampet, hanya ada lemari kecil, perkakas rumah tangga, tikar dan kasur kecil" papar Karsana, Kamis (11/03/2010).
Kontrakan Karsana seharga Rp 350 ribu per bulan, Yahya selalu membayar tepat waktu setiap tanggal 18. "Kalau bayar,dia selalu minta kuitansi, biar ada buktinya dan ga ada utang" tutur Karsana.
Menurut keterangan ketua RT O4, Mawi Hartono (40). Yahya Ibrahim melaporkan kepadanya tanggal 13/05/2009 untuk kepeluan administrasi dengan memberikan fotokopi KTP. KTP tersebut bernomor: 09.5410.020173.05850 dengan nama Yahya Ibrahim, TTL: Jakarta 2 Januari 1973 beralamat Jalan mesjid Fathul Gofur 010/004 Cibubur, Ciracas, Jakarta timur. Pekerjaannya swasta.
Terkait pekerjaan, Huzaini, tetangga depan kontrakan Yahya pernah menanyakannya. "Dia bilang jual-beli motor bekas, dikirim ke pulau sumatra dan Jawa" tutur Huzaini.
Sumarjo, mantan ketua RW 04 mengatakan Yahya termasuk orang yang jarang bergaul dan punya kelompok sendiri. "Selama 9 bulan dia mengontrak sudah 2 kali ada pertemuan di rumahnya pada minngu malam" tuturnya.
Sekelompok orang yang datang naik motor. "Dipastikan bukan warga sini, yang wanita pakai cadar dan pria pakai baju gamis, masih muda-muda" kata Kartono (29). Walaupun punya perkumpulan sendiri, warga mengatakan Yahya sering sholat berjamaah dengan warga lainnya di mesjid Al-Falah di dekat jalan Salak. Yahya keluar dari kontrakan tanggal 21 februari 2010.
Alasannya?"Dia bilang pergi ke Lampung karena ibunya sakit keras, dia juga minta maaf sama saya" papar Karsana. "Ternyata perginya ga ke Lampung tapi sekitar Pamulang juga" pungkas Mawi.