Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Sampah-sampah Itu Sungguh Berarti
 
Sriwijaya Post - Selasa, 9 Maret 2010 21:12 WIB

“BANYAK petani padi dan holtikultura yang sudah menggunakan pupuk organik sebelum penanaman. Mereka senang, tanah lebih subur”
Ir Yusuf Rusdi
Koordinator Pupuk Organik Pusri Palembang

ISU lingkungan menjadi sesuatu yang disorot dunia.
Perubahan iklim dan merosotnya kualitas alam seiring usia
bumi yang semakin tua, membuat negara-negara menyuarakan
pentingnya menyelamatkan lingkungan.

Hal ini juga yang menginspirasi Indonesia untuk mengajak pelaku
usaha berkomitmen mengedepankan penyelamatan lingkungan. Berbagai
aturan dibuat sebagai rambu-rambu untuk melaksanakan industri
yang berwawasan lingkungan.

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) salah satu perusahaan milik negara
yang wajib memenuhi ketentuan dasar penyelamatan lingkungan. Komitmen ini diaplikasikan dalam berbagai aktivitas pekerja dan
perusahaannya.

Kahumas PT Pusri Zein Ismet MBA mengatakan PT Pusri mengadopsi
Sistem Manajemen Lingkungan ISO-14001 dengan melibatkan seluruh
karyawan untuk berperan aktif dalam melakukan penyempurnaan mutu

lingkungan. “Dari mulai pengelolaan limbah, hingga merawat
lingkungan tetap hijau, sudah dilaksanakan PT Pusri. Keberhasilan
untuk beberapa upaya kami merawat lingkungan bahkan memacu
perusahaan lain untuk belajar dengan kami,” kata Zein yang
ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Ada banyak strategi yang diterapkan dalam membangun industri dan kawasan yang ramah lingkungan. Salah satunya yang sudah berjalan hampir lima tahun menjelang HUT Emas PT Pusri,

yakni pembangunan industri pupuk organik selain tetap fokus memproduksi-memasarkan pupuk urea. Pabrik mini di atas tanah seluas 2 hektare berada di lingkungan Kompleks Pusri resmi beroperasi tahun 2005. Pusri menjadi pelopor di lingkungan holding, yang melaksanakan proyek percontohan pupuk organik.

Kenapa pupuk organik? Alasannya sangat sederhana, sesederhana
membangun pabrik yang hanya membutuhkan bahan baku limbah alias
sampah. Padahal sering kali orang kebingungan dalam mengelola
sampah yang semakin menumpuk.

Pembangunan pabrik pupuk organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, karena pabrik ini menggunakan bahan baku dari sampah. Sampah yang dihasilkan di PT Pusri baik dari rumah tangga maupun perkantoran seluruhnya diolah menjadi pupuk organik,” kata Direktur Utama Ir Dadang Heru Qodri saat peresmian.

Lingkungan Bersih-Masyarakat Dilibatkan
Di awal-awal beroperasi, pabrik mini pupuk organik Pusri
Palembang hanya mampu memproduksi dua-empat ton per hari. Tapi memasuki tahun 2009,

pabrik yang mengandalkan satu rangkaian alat granul sederhana, mampu menghasilkan 4-6 ton pupuk organik per hari. “Jadi sebulan, kami bisa memproduksi 100-150 ton,” kata Ir Yusuf Rusdi, Koordinator Pupuk Organik Palembang didampingi Taufik Abu, Koordinator Operator, ditemui Sripo, Kamis (4/3).

Sebagai proyek percontohan, pabrik pupuk organik ini sudah bisa
memacu daerah lain untuk berbuat yang sama.
Tahun 2008-2009 Pusri kembali membangun pabrik pupuk organik di
tiga lokasi di Jawa, yakni di Lumajang Jawatimur, Cianjur

Jawabarat dan di Sragen Jawatengah. Ketiga pabrik yang dibangun
dengan sistem kemitraan ini sudah lebih maju, karena didukung
alat dan kesediaan bahan baku sehingga mampu memproduksi 3.000

ton per tahun. “Untuk di Palembang, kita juga akan mengarah ke
sana. Insya Allah, Mei ini kita akan menambah dua alat granul lagi dan memperluas sistem pengelolaan dengan kemitraan,” kata Yusuf,” sapaan akrab Yusuf Rusdi.

Untuk memproduksi pupuk organik, pabrik membutuhkan banyak
sampah dan kotoran hewan (kohe). Tak sulit bagi pabrik ini
mendapatkan sampah. Di kompleks PT Pusri, sedikitnya 10 ton per hari sampah organik dihasilkan

untuk terlebih dahulu dijadikan kompos. Pemisahan sampah organik dan non organik sudah dibiasakan dari tingkat rumah tangga dan perusahaan. Tak heran, kompleks Pusri  menjelma sebagai kawasan ramah lingkungan yang asri. Sampah organik yang sudah menjadi kompos lalu

dicampur dengan kohe yang sudah difermentasi plus penambahan agromineral. “perbandingannya masing-masing 20 persen kompos, 70 persen kohe  dan 10 persen agromineral, jadi produk organik,” kata Yusuf.

Bila nanti pabrik sudah menambah dua alat granul, pabrik pupuk
organik akan membutuhkan lebih banyak lagi sampah dan kohe.

Karena itu ke depan kami akan melibatkan mitra dari lingkungan
masyarakat, untuk mengolah sampah organik dan kohe. Jadi kami terima dalam bentuk bahan baku jadi,” ujarnya seraya menambahkan PT Pusri juga mendorong masyarakat mengembangkan

teknologi sederhana pupuk organik ini. “Bayangkan, berapa banyak sampah organik yang dapat dimanfaatkan sekaligus dapat mengatasi masalah sampah,” demikian Yusuf.

Go Organic 2010
Perjalanan mengolah sampah memiliki dampak yang luar biasa. Sampah yang bau, kotor, ternyata sungguh berarti. Di balik pengolahan pupuk organik yang dilakukan pekerja-pekerja yang tabah

karena harus berteman dengan aroma tak sedap, mampu memberikan multiplier effect yang besar. Mengurangi sampah, memperbaiki tekstur tanah, bahkan menjadi nilai usaha bagi

masyarakat adalah dampak positif dari keberadaan pabrik ini. “Banyak petani padi dan holtikultura yang sudah menggunakan pupuk organik sebelum penanaman. Mereka senang, tanah lebih subur,” kata Koordinator Pupuk Organik Palembang Yusuf Rusdi.

Seperti yang diakui Marwan, petani dan penyalur pupuk di Kota Pagaralam. Menurutnya, pupuk organik kemasan sudah mulai dikenal di kota berhawa dingin itu. “Petani sudah mulai pakai, juga perkebunan, karena pupuk organik mampu menyuburkan tanah,” katanya.

Pupuk organik secara tidak langsung juga bentuk pertanggungjawaban perusahaan pupuk nasional semacam Pusri yang
telah mendukung pertanian lewat pupuk an-organik. Seperti diketahui tanah yang terus dipupuk dengan pupuk kimia akan
menyebabkan berkurangnya unsur penting dalam tanah.

Penggunaan selingan pupuk organik yang harganya juga disubsidi
pemerintah ini diyakini dapat mengembalikan unsur kandungan dalam

tanah, sehingga tanah akan kembali subur. Selain itu berdasarkan
penelitian, pemakaian selingan pupuk organik mampu mengurangi
aplikasi pupuk an-organik dengan kisaran 25-50 persen.

Dirut PT Pusri Ir Dadang Heru Kodri mengatakan ketergantungan
petani terhadap pupuk non organik hingga saat ini masih cukup

tinggi padahal harganya jauh lebih mahal jika dibanding dengan
pupuk organik. Karena itu pihaknya merasa perlu mengenalkan pupuk
organik secara menyeluruh kepada petani.

Sebagai pionir industri pupuk nasional serta memenuhi
program Go Organic 2010, PT Pusri terus melakukan inovasi.
Pusri menawarkan kesempatan usaha kepada semua lapisan dengan

pola kemitraan. “Ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian
kapasitas produksi pupuk organik nasional. Selain meningkatkan
pertumbuhan sektor riil di daerah,” tutur Dirut Pusri Ir Dadang
Heru Qodri saat meresmikan Pabrik Pupuk Organik di Sragen
Jawatengah (Detikcom, 19/1/2009).

Dalam program ini, mitra usaha akan mendapatkan lisensi untuk
menjual pupuk organik dengan brand Pusri, yaitu Organik Pusri
Plus. Pusri sendiri, sebagai pemilik merk dan teknologi, akan

menyediakan seluruh kebutuhan teknis pabriknya. Mulai dari
penilaian kelayakan investasi dan paket rancangan dasar, hingga
transfer teknologi.

PT Pupuk Sriwijaya tahun ini juga akan menjual pupuk organik
bekerja sama dengan pihak-pihak swasta. Saat ini Pusri baru
memproduksi sekitar 5.000 ton dari 180 ribu ton jatah Pusri untuk
pupuk organik.

Direktur Pemasaran PT Pusri Bowo Kuntohadi dalam satu kesempatan
saat menghadiri lomba teori dan praktik bimbingan teknis di
Banyuasin mengatakan kebutuhan pupuk organik secara nasional

sekitar 910 ribu ton. Salah satu kendala masih minimnya produksi
pupuk organik, karena masih tahap uji coba. Saat ini pupuk
organik dijual dengan harga subsidi Rp 500 per kg. Pusri juga

bekerja sama dengan sekitar 42 mitranya untuk memasok pupuk
organik. sripo

(lisma noviani)


Di Baca 581 Kali
Beri Ranting :
#1 | nur habibah Pleret, Bantul | Minggu, 16 Mei 2010 22:03 WIB
Mohon Penjelasan lebih lengkap, bagaimana caranya menjadi mitra pusri dalam pengadaan bahan baku pupuk organik.
#2 | Dwi ariyanto basin kebonarum klaten | Minggu, 30 Mei 2010 12:57 WIB
Mohon Penjelasan lebih lengkap, bagaimana caranya menjadi mitra pusri dalam pengadaan bahan baku pupuk organik.lokasi tempat usaha kami di klaten jawatengah
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.