KAYUAGUNG - Mesin pembuat pupuk kompos di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jl Raya Sepucuk Kayuagung dua tahun terakhir terbengkalai dan tidak difungsikan sama sekali. Padahal pengadaan mesin menelan dana hingga miliaran rupiah.
Pantauan, mesin berukuran besar yang berwarna biru dan terdiri dari tiga bagian tersebut diantaranya, ayakan sampah, penempatan sampah yang akan diolah serta bagian pemanasan sampah. Semuanya itu disimpan di ruangan berukuran 5 X 15 meter dan sama sekali tidak difungsikan sejak pertama kali diterima Badan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (BPPK) Kabupaten Ogan LKomering Ilir (OKI).
“Seingat saya ini sudah lama, awalnya ada yang membawanya kesini, kata yang mengantarkan alat ini dari Jakarta. Namun, kita tidak diberitahukan bagaimana cara mengoperasikannya termasuk cara mencapurkan bahan baku untuk membuat pupuk,” kata Zulkarnain di TPA.