
JAKARTA — Wakil Ketua Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengibaratkan masuknya Partai Golkar di dalam koalisi adalah hasil pernikahan siri.
Ungkapan itu diberikan kepada partai berlambang pohon beringin itu menyusul manuver politik lewat Pansus Century, yang mengatakan kebijakan bail out Bank Century melanggar. Sikap ini berseberangan dengan pemimpin koalisi, Demokrat.
"Ada yang nikahnya sah dan ada yang nikahnya siri, nah Golkar ini hasil dari yang nikahnya siri. Karena waktu kita bilang dia anggota koalisi, kok dia bilang, enggak kok, kita enggak punya suratnya (koalisi)," kata Ahmad Mubarok dalam diskusi politik di Jakarta, Sabtu (6/3/2010).
Pergerakan anggota koalisi yang berseberangan ini jelas-jelas seolah menjadi musuh dalam selimut. Berbeda sikap tegas yang diambil dari awal PDI Perjuangan sebagai partai oposisi.
Karena itu, Mubarok menganggap Demokrat justru lebih nyaman berhubungan dengan PDI Perjuangan. "Hubungan dengan PDI-P saya merasakan jauh lebih nyaman. Karena jelas dia adalah oposisi, memang seharusnya begitu dia bersikap. Tapi di koalisi, ini kok katanya teman, tapi malah begini (berbeda)," ujarnya.