PELAJAR di sebagian kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), setiap hari rebutan naik angkutan umum, angkuan pedesaan (Angdes). Takut terlambat sekolah, pelajar nekat naik di atas atap kendaraan. Itulah yang dialami sebagian pelajar SMP dan SMA di Desa Lais Kecamatan
Lais. Termasuk pelajar di Kecamatan Sungai Keruh dan Plakat Tinggi. Setiap hari, pelajar di daerah ini rebutan naik angkutan umum, yang jumlah armadanya sangat terbatas.
Terkadang kami mencegat kendaraan pribadi yang melintas. Dari pada terlambat sekolah, kendaran apa saja kami tumpangi, termasuk truk sekali pun,” kata beberapa pelajar SMP yang sedang menunggu kendaraan yang melintas.
Seperti yang terjadi Jumat (5/3). Sejumlah pelajar SMP dan SMA Lais bergerombol di pinggir jalan saat jam pulang sekolah. Mereka antre menunggu angkutan umum yang melintas. Angdes yang mengangkut pelajar ini jumlahnya sangat terbatas, sehingga sebagian dari pelajar nekat duduk di
atas atap kendaraan, dan sebagian berdiri di bagian belakang. Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan keselamatan para pelajar itu sendiri.
Angdes di sini jumlah sedikit. Itu pun ada beberapa angdes yang tidak mau mengangkut pelajar, dengan alasan tarifnya lebih rendah dari penumpang umum. Jadi, terserah mobil apa saja yang melintas kami tumpangi, sehingga bisa sampai ke sekolah tepat waktu,” kata Soleh (13), pelajar SMPN Lais.
Demikian halnya sebagian pelajar SMAN Sungai Keruh dan SMAN Plakat Tinggi. Angkutan umum di daerah ini juga kurang leluasa beroperasi, karena sebagian poros jalan rusak berat.
Pelajar yang pakai motor dan sepeda dayung memang ada, tapi lebih banyak yang naik angdes,” kata beberapa pelajar seraya mengaku, ada juga pelajar yang berjalan kaki hingga puluhan kilometer menuju sekolahnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba, Sofyan Wahidoen, S.Sos, MSi menanggapi hal ini mengakui, jumlah angdes yang beroperasi di kecamatan dalam wilayah Muba masih sedikit.
Karena itu, kami memaklumi jika ada kendaraan plat hitam yang mengangkut penumpang khususnya pelajar,” kata Sofyan seraya menyebutkan, pihaknya memberikan kesempatan bagi pengusaha transportasi untuk membuka trayek angdes di Muba. sripo