Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Duduk di Atap Pun Jadilah
 
Sriwijaya Post - Jumat, 5 Maret 2010 17:59 WIB

 

 

 

PELAJAR di sebagian kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), setiap hari rebutan naik angkutan umum, angkuan pedesaan (Angdes). Takut terlambat sekolah, pelajar nekat naik di atas atap kendaraan. Itulah yang dialami sebagian pelajar SMP dan SMA di Desa Lais  Kecamatan

Lais. Termasuk pelajar di Kecamatan Sungai Keruh dan Plakat Tinggi. Setiap hari, pelajar di daerah ini rebutan naik angkutan umum, yang jumlah armadanya sangat terbatas.

Terkadang kami mencegat kendaraan pribadi yang melintas. Dari pada terlambat sekolah, kendaran apa saja kami tumpangi, termasuk truk sekali pun,” kata beberapa pelajar SMP yang sedang menunggu kendaraan yang melintas.

Seperti yang terjadi Jumat (5/3). Sejumlah pelajar SMP dan SMA Lais bergerombol di pinggir jalan saat jam pulang sekolah. Mereka antre menunggu angkutan umum yang melintas. Angdes yang mengangkut pelajar ini jumlahnya sangat terbatas, sehingga sebagian dari pelajar nekat duduk di

atas atap kendaraan, dan sebagian berdiri di bagian belakang. Kondisi ini tentu saja sangat membahayakan keselamatan para pelajar itu sendiri.

Angdes di sini jumlah sedikit. Itu pun ada beberapa angdes yang tidak mau mengangkut pelajar, dengan alasan tarifnya lebih rendah dari penumpang umum. Jadi, terserah mobil apa saja yang melintas kami tumpangi, sehingga bisa sampai ke sekolah tepat waktu,” kata Soleh (13), pelajar SMPN Lais.

Demikian halnya sebagian pelajar SMAN Sungai Keruh dan SMAN Plakat Tinggi. Angkutan umum di daerah ini juga kurang leluasa beroperasi, karena sebagian poros jalan rusak berat.

Pelajar yang pakai motor dan sepeda dayung memang ada, tapi lebih banyak yang naik angdes,” kata beberapa pelajar seraya mengaku, ada juga pelajar yang berjalan kaki hingga puluhan kilometer menuju sekolahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba, Sofyan Wahidoen, S.Sos, MSi menanggapi hal ini mengakui, jumlah angdes yang beroperasi di kecamatan dalam wilayah Muba masih sedikit.

Karena itu, kami memaklumi jika ada kendaraan plat hitam yang mengangkut penumpang khususnya pelajar,” kata Sofyan seraya menyebutkan, pihaknya memberikan kesempatan bagi pengusaha transportasi untuk membuka trayek angdes di Muba. sripo

(ahmad naafi)


Di Baca 275 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.