Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Meriahnya Sidang DPR RI
 
Sriwijaya Post - Jumat, 5 Maret 2010 08:34 WIB

Salam Sriwijaya  FRAKSI PPP DPR RI memutuskan mendukung Opsi C yang menyatakan kebijakan bailout dan FPJP Bank Century menyimpang dan tidak punya dasar hukum. Langkah ini memperkuat keputusan akhir rapat paripurna yang sebelumnya aktif digalang lima fraksi, yakni Golkar, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, dan Hanura.

 Total suara Opsi C dipilih 325 anggota dibanding 212 suara Opsi A yang menyatakan tidak ada kesalahan pada proses bailout dan FPJP dari Fraksi Demokrat (148 suara), PAN (39 suara), dan PKB (25 suara).

 Terlepas dari hasil sidang paripurna DPR RI ini, ternyata yang menjadi sorotan utama rakyat Indonesia, termasuk di Palembang ini adalah perilaku para anggota DPR RI saat bersidang. Memang beberapa hari terakhir warga Indonesia melalui siaran teve swasta disajikan tayangan rapat paripurna DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta yang berlangsung luar biasa seru. Begitu serunya, karena para wakil rakyat yang terhormat itu tak segan-segan berebutan ingin bicara, tak mau saling dengarkan yang lain.

 Semua merasa argumennya penting, sehingga dengan riang saling memotong ketika sesama rekannya yang sama-sama wakil rakyat yang terhormat sedang bicara. Kantor-kantor swasta dan pemerintah melihat para wakilnya berdiskusi dan adu urat syaraf.

 Apa yang kita saksikan dari sidang DPR RI menggambarkan bagaimana karakter para wakil rakyat yang mewakili seluruh warga Indonesia. Idealnya anggota DPR RI menjadi panutan para wakil rakyat untuk tingkatan DPRD provinsi, kabupaten dan kota. Namun dengan cara rapat paripurna yang sedemikian hangat, tentu semua orang dapat menilai patut atau tidaknya para wakil rakyat di Gedung DPR RI ini menjadi panutan.

 Dengan sikap-sikap masing-masing anggota wakil rakyat DPR RI yang sedemikian, perlu dilakukan penataran lagi bagaimana etika rapat yang santun. Tidak hanya pegawai negeri yang perlu ditatar, atau bahkan karyawan swasta. Anggota DPR RI bahkan sangat membutuhkan penataran agar dapat menjaga sikapnya menjadi lebih santun.

 Memang tak semua anggota DPR RI bersikap mementingkan argumen sendiri. Ada banyak anggota DPR RI lainnya yang bisa menahan diri, tak ingin asal tampil bicara. Namun sikap sebagian besar angggota DPR RI yang mendominasi acara tayangan teve kemarin, benar-benar membuat citra DPR RI sebagai arena adu mulut yang sesungguhnya.

 Kita merindukan suasana rapat DPR RI yang beretika, tertib dan mencitrakan wakil rakyat yang sopan dan pantas disebut terhormat. Suasana rapat yang berlangsung di DPR RI belakangan ini, membuat kata-kata terhormat berubah arti, ketika disandingkan dalam kalimat anggota DPR RI yang terhormat.

 Warga Indonesia secara keseluruhan sebenarnya amat pemaaf. Masih panjang masa jabatan wakil rakyat ini di DPR RI. Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tinggal lagi bagaimana para wakil rakyat memperbaiki diri untuk lebih hormat pada jabatan dan juga diri sendiri.



Di Baca 490 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.