Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Antasari Divonis, Rani Tak di Rumah
 
juliani2.JPG
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Rani Juliani, saksi kunci kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen kembali hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/11). Kali ini dia bersaksi dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono.
Sriwijaya Post - Kamis, 11 Februari 2010 14:45 WIB

TANGERANG — Eeng, kakak perempuan Rani Juliani, memastikan adiknya tidak ada di rumah di Jalan Kampung Kosong No 8, Panunggangan, Tangerang, Kamis (11/2/2010). Sayang, Eeng juga enggan menyebutkan keberadaan Rani pada saat ini.

Pada saat yang sama, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tengah berlangsung sidang putusan terhadap Antasari Azhar, Wiliardi Wizar, Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dalam kasus itu, Rani Juliani disebut sebagai saksi kunci karena keterlibatan dengan Antasari dan Nasrudin.

"Enggak tahu," jawab Eeng singkat saat dicegat di dekat rumahnya, Jalan Kampung Kosong, Panunggangan, Tangerang, Kamis (11/2/2010). Jawaban yang sama dilontarkannya saat ditanya apakah Rani ada di apartemen atau tempat lainnya. "Di rumah sepi," lanjutnya.

Disinggung kondisi kesehatan Rani yang baru saja menjalani operasi usus buntu, Eeng memilih mempercepat langkahnya. Sembari menuntun tangan anaknya, dia berjalan menuju pintu belakang rumah.

Eeng berhasil ditemui Persda saat berusaha mengantar salah seorang kerabatnya ke pinggir jalan Kampung Kosong. Dia tidak keluar dari pintu depan rumah orangtuanya, yang dulu juga dihuni Rani. Eeng keluar dari pintu belakang rumah dan menyusuri gang yang berselang satu rumah dari rumahnya. Eeng sendiri baru pindah ke rumah orangtuanya sekitar empat bulan lalu.

Bukde, salah seorang tetangga Eeng, mengatakan, saat ini Eeng ditemani ibunya, Kuswati. Sedangkan Rani dan Endang M Hasan, ayahnya, tidak kelihatan. "Tadi pagi saya lihat ibunya keluar. Eeng juga tadi pagi nganterin anaknya sekolah," ujar Bukde kepada Persda, Kamis. "Biasanya mereka suka keluar rumah waktu malam. Habis maghrib gitu. Biasanya sih pada ngobrol di belakang," tambahnya seraya menunjuk daerah belakang rumah Rani.

Saat Persda mendatangi pintu belakang rumah Rani, pintu bercat kuning itu tertutup rapat. Ada sebuah jendela yang sedikit terbuka di samping pintu tersebut. Suasana senyap tergambar dari balik jendela. Tidak terdengar suara televisi atau aktivitas lainnya.

Keadaan serupa tampak di bagian depan rumah Rani. Pintu pagar berwarna hitam tertutup rapat seperti halnya pintu depan rumah. Bukde menyebutkan, tidak ada aktivitas yang mencolok di rumah Rani sejak pagi hari. "Kayak biasanya aja," tegas Bukde yang membuka warung kecil di teras rumah kontrakannya.

Kc


Di Baca 1880 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.