Kamis, 11 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Uang Diganti, Gayatri Mau Belikan Pesawat untuk Presiden
 
1002kcm4.jpg
KOMPAS.COM/INGGRIED DW
Salah satu mantan nasabah Bank Century, Sri Gayatri
Sriwijaya Post - Rabu, 10 Februari 2010 15:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah Bank Century, Sri Gayatri, memberikan janji pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kalau persoalan nasabah selesai, ia akan mengajak para nasabah menyisihkan 10 persen dari uangnya untuk membelikan pesawat kepresidenan bagi SBY.

"Biar enggak pada ribut lagi soal pesawat. Kami nasabah Century yang akan membelikan pesawat untuk Presiden. Sepuluh persen dari uang kami akan belikan pesawat," katanya dengan suara keras, seusai mediasi nasabah dengan Bank Mutiara dan LPS, Rabu (10/2/2010), di Pansus Angket Kasus Bank Century, Gedung DPR, Jakarta.

Teriakan Gayatri itu sontak mengundang perhatian dan tepuk tangan dari para nasabah reksadana yang lainnya. "Ayo dukung...ayo dukung Gayatri, belikan pesawat untuk Presiden," ujar nasabah Century cabang Surabaya ini.

Gayatri mengaku memiliki deposito sebesar Rp 2,8 miliar yang tanpa sepengetahuannya dialihkan menjadi reksadana yang dikelola PT Antaboga Sekuritas di Bank Century. Ia berharap, pemerintah memperhatikan hak nasabah yang hingga kini belum terbayarkan.

Jika ditotal, dana nasabah yang menanamkan uangnya di Century mencapai Rp1,9 triliun. Sebuah lagu pun dinyanyikannya untuk Presiden SBY. "Saya Gayatri, korban Century. Presiden SBY harus melihat keresahan kami, nasabah Century...".

Kc


Di Baca 2445 Kali
Beri Ranting :
#1 | Darmawi Setiawan Palembang | Kamis, 11 Februari 2010 09:04 WIB
Bu Gayatri, itu namanya sogok menyogok. Kalau memang kebenaran akan berpihak kepada Ibu, yakinlah Ibu tidak makan dirugikan.
#2 | Sonto Jakarta | Jumat, 12 Februari 2010 04:06 WIB
Aduh aduh yang komentar neh. Orang mengalami musibah kerugian malah ga didukung. Yang ditegur tuh bukan Nasabah Wak. Yang ditegur tuh "Yang Makan Uang Nasabah". Orang nyimpen uang di Bank spy aman, koq malah jadi ga jelas. Orang lain jangankan 2,8M, 10jt saja mgkn sdh stress.
#3 | Sonto Jakarta | Jumat, 12 Februari 2010 04:06 WIB
Aduh aduh yang komentar neh. Orang mengalami musibah kerugian malah ga didukung. Yang ditegur tuh bukan Nasabah Wak. Yang ditegur tuh "Yang Makan Uang Nasabah". Orang nyimpen uang di Bank spy aman, koq malah jadi ga jelas. Orang lain jangankan 2,8M, 10jt saja mgkn sdh stress.
#4 | Sonto Jakarta | Jumat, 12 Februari 2010 04:06 WIB
Aduh aduh yang komentar neh. Orang mengalami musibah kerugian malah ga didukung. Yang ditegur tuh bukan Nasabah Wak. Yang ditegur tuh "Yang Makan Uang Nasabah". Orang nyimpen uang di Bank spy aman, koq malah jadi ga jelas. Orang lain jangankan 2,8M, 10jt saja mgkn sdh stress.
#5 | ad4m Palembang | Selasa, 16 Februari 2010 07:56 WIB
wah..wah yang komentar #1, ga ngerti permasalahan, harusnya didukung tuch bu gayatri qo malah dibilang sogok menyogok..bu gayatri kan mewakili para nasabah century yg lain..mang jangankan 2,8M 100ribupun kl rekening kt berkurang pasti marah..ini masalah hak mereka, kalau masalah kebenaran mereka pasti benar..
1 2 next 
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.