Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
30 Meter Irigasi Ambrol
 
Sriwijaya Post - Selasa, 9 Februari 2010 20:00 WIB


PAGARALAM - Longsor sepajang 30 meter menimbun saluran  irigasi Ayik Baghu di Dusun Karang Anyar Kelurahan Kancediwe Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam. Tidak kurang ratusan hektare sawah terancam kekeringan dan gagal panen.

Terdapat lima titik daerah aliran irigasi yang juga mulai longsor dan terancam ambrol. Timbunan longsor bukan hanya merusak saluran irigasi saja, bahkan dinding saluran juga ambruk ke dalam jurang sekitar 50 meter.

Meskipun sudah dilakukan pembuatan pematang yang baru tapi kondisinya sudah mulai retak-retak dan menggantung akibat disiram air hujan. Dampak kerusakan irigasi ini juga lahan persawahan dan kolam warga setempat mulai mengalami kekeringan, sehingga petani kesulitan mengelola lahan pertaniannya.

Ketua RW 02 Dusun Karang Anyar, Syamsul didampingi Ketua RT 06 Sulaiman dan Ketua RT 05 Indrianto yang ditemui di lokasi, Selasa (9/2) mengatakan, longsor yang menyebakan kerusakan saluran  irigasi itu sudah empat kali terjadi dalam kurun waktu satu pekan ini, dan terakhir cukup

parah sepanjang 30 meter saluran irigasi dengan lebar 4 meter ambrol. Peristiwa ini terjadi, Senin (8/2) sekitar pukul 02.00 saat hujan deras.

Pengamatan di lapangan, posisi irigasi bukan hanya di tepi jurang dan di atas tebing, tapi sebagian termasuk daerah yang paling rawan longsor. Sekitar 300 meter saluran irigasi yang rawan longsor, selain bangunannya masih berupa tanah belum disemen, dinding irigasi ini pun sebagian

bocor. Irigasi ini dibangun sekitar tahun 1999 pada saat Pagaralam masih menjadi bagian dari Kabupaten Lahat.

Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Ir H Edy Thamrin, MM mengatakan,  kerusakan irigasi akibat lonsgor di daerah Dempo Selatan itu segera diperbaiki dengan dana bencana alam, sebab tidak mungkin menggunakan dana lain karena terjadi bencana tersebut setelah APBD tahun 2010 disahkan. sripo

(Ant)


Di Baca 302 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.