PRABUMULIH - Ribuan rumah di Kota Prabumulih terendam banjir menyusul hujan deras sejak pukul 18.30 Minggu (8/2) hingga Senin pagi (9/2). Debit air di Sungai Kelekar melebihi batas tinggi talud setinggi 2,5 meter yang dibangun pemerintah.
Dari pemantauan, hujan mulai berhenti sekitar pukul 11.00. Air mulai naik sekitar pukul 07.00. Beberapa rumah yang menjadi langganan banjir, sudah dari malam harinya telah terendam. Air semakin tinggi pukul 13.00.
Sainama, warga Perumnas Gunung Ibul Blok C mengaku air sudah masuk ke rumahnya sejak pukul 08.00. Biasanya air hanya sampai batas pekarangan rumahnya saja.
Ditempatnya terdapat 26 rumah yang terendam banjir. Biasanya hanya dua komplek saja yang terendam yakni Blok A dan B. Tapi kali ini banjir merendam satu blok lagi yakni Blok C.
Beberapa warga ketakutan karena jika banjir terjadi. Jika air meninggi banyak bermunculan ular.
Bahkan biawak sebesar anak berumur 9 tahun kerap berenang kesana kemari. “Apalagi perumahan ini dekat dengan sungai dan hutan. Biawak sering masuk ke rumah,” katanya.
Ketua RW 05 Gunung Ibul Joko Winarno mengatakan, banjir yang merendam puluhan rumah menghentikan aktivitas warganya. Bahkan salah satu warganya yang sakit parah tidak bisa diungsikan akibat tingginya air.
Banjir juga merendam jalan di Kelurahan Karang Raja. Beberapa kendaraan ragu-ragu menerobos air yang merendam jalan setinggi paha orang dewasa. Banjir juga dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. Dengan menggunakan tangkul mereka mencari ikan di pinggiran Sungai Kelekar.
Terakhir banjir merendam 400 rumah warga di enam kelurahan yakni Gunung Ibul, Sukaraja,
Kelurahan Prabumulih, Mojasari, Karangjaya dan Muaradua. Kelurahan terparah yakni Gunung Ibul.
Pemkot sendiri telah memberikan bantuan kepada korban banjir berupa beras, mie, kecap dan sarden melalui masing-masing kelurahan.
Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) TR Hulu yang meninjau lokasi banjir, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih melalui Dinas Sosial segera menurunkan bantuan kepada korban banjir. Tingginya air yang merendam rumah warga kemungkinan besar baru surut hingga lima hari kedepan. sripo