PRABUMULIH -Warga yang tergabung dalam Forum Prabumulih Berjuang (FPB) benar-benar melakukan ancamannya memblokir jalan. Jalan Bukit Patih yang biasa dilalui kendaraan operasional menuju PLTU Mulut Tambang Gunung Raja, Muaraenim diblokir warga, Senin (9/2)
Penutupan dilakukan FPB yang dilakukan sekitar pukul 10.00 karena banyak dinding rumah warga yang retak akibat goncangan tanah saat mobil bertonase tinggi melintasi jalan itu. Tidak hanya itu, keramik lantai rumah juga menggelembung dan pecah akibat goyangan itu. “Bahkan ada dinding dapur rumah warga yang roboh,” ungkap Matsudan, warga RT 1 Patihgalung, Prabumulih.
Usaha mengecor beton oleh pihak perusahaan tidak juga tuntas. Malahan akibat pembangunan jalan beton sepanjang 200 meter, parit yang dibangun warga roboh dan membuat aliran air masuk ke rumah warga.
Kami akan menutup jalan hingga pihak perusahaan mau memberikan ganti rugi,” kata Ketua FPB Sutrisno Ucu.
Tidak hanya menutup satu jalan, pihaknya mengancam akan menutup seluruh jalan akses menuju PLTU Mulut Tambang yang ada di Kota Prabumulih. Bahkan, pihaknya akan melarang seluruh kendaraan operasional tersebut masuk ke Kota Prabumulih.
Pemblokiran jalan adalah dampak dari tidak selesainya permasalahan tapal batas. Walikota Prabumulih dan Bupati Muaraenim diminta segera menyelesaikannya. Jika berlarut ditakutkan kedua wilayah akan terus bersitegang. Akibatnya, pembangunan PLTU bakal terhambat dan tidak menguntungkan pihak manapun. sripo