PALEMBANG - Potensi dan curah hujan yang mengguyur kota Palembang akhir-akhir ini sudah semangkin tinggi. Meski masuk kategori sedang, warga diminta tetap waspada, terhadap kemungkinan bahaya banjir terutama di wilayah cekungan.
Hujan yang terjadi akhir-akhir ini masih dalam katagori normal, namun jika dilihat dari curah hujan yang jatuh dalam hitungan jam, dapat dikatakan tinggi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Informasi Badan Meteorologi Kematologi Geofisika Palembang, Agus Santosa, Senin (8/1). “Curah
hujan dalam seharinya sekitar 28 milimeter. Artinya masih katagori sedang,” jelas Agus.
Ia menambahkan, curah hujan dianggap tinggi jika dalam satu harinya mencapai 50 hingga 100 Mili Meter dalam seharinya. Curah hujan tinggi justru akan terjadi pada bulan Maret mendatang, karena bulan tersebut merupakan puncak musim hujan di wilayah Palembang. “Bulan depan,
diperkirakan curah hujan akan tinggi, karena bulan itu merupakan musim pancaroba,”papar Agus.
Ditambahkan wilayah yang sering diguyur hujan adalah Palembang, Musi Banyuassin, dan Banyuasin. Walaupun curah hujan di Sumsel masih tergolong sedang, tapi potensi banjir bisa
terjadi di wilayah yang memiliki cekungan. “Untuk daerah yang berpotensi banjir di Sumsel ini bisa terjadi di Gunung Megang. Kalau Palembang Simpang Tri Arga KM 10,” papar Agus seraya menambahkan banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Sumsel bukan karena hujan, tapi lebih karena daerahnya yang memiliki cekungan.
Gelombang tinggi di perairan Sumsel, khususnya perairan Bangka, ketinggian ombak masih mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. hal ini disebabkan angin yang bertiup saat ini merupakan Angin Timur. “Angin saat ini adalah angin timur, jadi gelombang relatif stabil, namun masyarakat perlu waspada karena potensi ombak besar masih terjadi di wilayah itu,” jelasnya.sripo