TANPA gol dalam lima pertandingan terakhir membuat Rahmat “Poci” Rivai penasaran. Pemain asal Ternate ini bertekad mengakhiri peceklik gol dalam pertandingan Sriwijaya FC kontra PSPS Pekan Baru di Stadion Gelora Jakabaring, Sabtu (9/1) hari ini.
Jika diberikan kepercayaan pelatih, saya akan tampil all out dalam pertandingan ini,” janji Poci, Jumat (8/1).
Sejauh ini, ia baru mencetak 3 gol dan 2 assist dari 10 kali penampilannya bersama Laskar Wong Kito baik sebagai starter maupun sebagai pemain pengganti. Kondisi ini membuat pemain yang musim lalu mencetak 13 gol bersama Persitara Jakarta Utara bertekad menambah koleksi golnya. Sebagai penyerangan, saya sangat ingin mencetak gol,” tegasnya.
Meski demikian, Poci bukanlah striker yang egois ingin mencetak gol. Dia lebih mengutamakan permainan tim dan menjalankan instruksi pelatih. Jika dalam sebuah skema permainan ada temannya yang lebih berkesempatan mencetak gol, maka ia tidak segan-segan memberikan assist.”Sebab dalam permainan adalah tim dan kolektivitas lebih diutamakan,” papar pemain yang memelihara kuncir kuda itu.
Rahmat merupakan bakat terbaik yang dimiliki tanah air. Meski memiliki postur yang terbilang kecil, namun suami dari Risna Jamal ini sangat diperhitungkan para pemain lawan. Bermodalkan kecepatan dan kemampuan dribelling-nya yang bagus, pemain berusia 32 tahun ini menjadi momok bagi tim-tim lawan.
Pemilik tinggi 165 cm ini juga dikenal sebagai striker oportunis, sebab bisa mengambil posisi yang pas untuk mencetak gol atau memberikan assist matang. Dia pun cukup licin melepaskan diri dari penjagaan ketat pemain belakang lawan.
Berkat kemampuannya ini, musim lalu SFC bersaing dengan Persik Kediri dan Persipura untuk mendapatkannya. Namun pesepakbola yang menyandang status sarjana ekonomi ini, lebih memilih bergabung bersama skuad asuhan Rahmad Darmawan.
Menghadapi PSPS Pekan Baru nanti, Poci meminta dukungan dan doa seluruh pendukung, fans dan suporter SFC agar dia bersama rekan-rekannya mampu memberikan yang terbaik dan meraih kemenangan. Semoga,sripo