PALEMBANG - Penipuan berkedok undian berhadiah makin merajalela. Hanya saja sekarang ini tidak lagi menggiring korbannya ke ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Melainkan dengan menyuruh calon korban membuka rekening bank, lalu tabungan itu dibobol dengan memanfaatkan fasilitas phone banking. Sri Hastuty (71) pensiunan PNS ini jadi korban pertama yang melapor ke Polda Sumsel, Senin (8/2) pagi. Saat melapor, ia yang ditemani anak laki-lakinya, Periyansyah (45) ini, mengaku kehilangan uang tabungan di Bank Danamon Cabang Sudirman Palembang sebesar Rp 14,9 juta. Betapa senang Sri Hastuty pada suatu pagi ketika mendapat telepon dari seseorang bernama Ir H Ridwan Zulkifli yang mengaku sebagai Kabag Keuangan PT Telkom Sumbagsel. Penelpon itu mengabarkan bahwa Sri baru saja memenangkan undian sayembara berhadiah sebuah televisi 21 inch dan uang Rp 17 juta. Syarat mengambil undian itu saya harus menabung di Bank Danamon,” kata Sri. Tanggal 2 Februari, Sri yang dihinggapi perasaan senang dan tak sadar jadi korban penipuan ini langsung membuka rekening tabungan di Bank Danamon. Ia pun mamasukkan saldo awal Rp 5 juta dan mendapatkan kartu ATM. Tak berhenti di situ. Keesokan harinya Sri pun kembali memasukkan uang ke tabungan sebesar Rp 10 juta lagi. Total uang tabungannya di Bank Danamon itu jadi Rp 15 juta. Sri belum sadar bahwa ia sebenarnya ditipu. Sejak telepon pertama itu Sri dan pelaku intens saling berteleponan. Semua pembicaran seputar pencairan hadiah dan perihal tabungan Sri di Danamon. Sri baru sadar jadi korban penipuan setelah menceritakan kejadian itu ke anaknya. Pada tanggal 5 Februari Periansyah, anak laki-laki Sri yang curiga mengecek saldo tabungan Sri melalui kartu ATM. Saldo tabungan itu tinggal Rp 100 ribu saja. Uang sebesar Rp 14,9 juta sudah raib. Selanjutanya Sri bersama Periansyah lalu meminta klarifikasi dari pihak bank. Menurut pihak bank, uang Sri dibobol dengan menggunakan fasilitas phone banking. “Saya tidak tahu kok bisa dibobol, tapi saya merasa tidak pernah menggunakan fasilitas phone banking untuk mentransfer uang,” katanya. Pihak bank lalu menyarankan agar Sri melaporkan masalah ini ke Polda Sumsel. Modus penipuan yang menimpa Sri ini berbeda berbeda dengan modus penipuan sayembara berhadiah sebelumnya. Biasanya pelaku menggiring korban ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang. Namun kali ini pelaku cukup meminta korban membuka rekening dan proses pembobolan dilakukan lewat phone banking. Bujuk rayunya merdu, pokoknya omongannya bisa membuat saya tertarik,” katanya. Menurut Sri sampai saat ia melaporkan kejadian ini ke Polda, pelaku masih terus menghubunginya. “Bahkan kami janjian siang ini untuk telepon-teleponan lagi untuk pencairan uang, ia mengira saya belum tahu kalau saldo tabungan saya ludes,” katanya. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Abdul Gofur mengatakan sudah menerima laporan dari korban. “Saat ini kita sedang memeriksa korban,” katanya. Gofur mengatakan akan mencari identitas pelaku dengan cara mencari posisinya melalui nomor ponsel pelaku yang digunakan. sripo