Sabtu, 13 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Washington Dilanda Badai Salju Dahsyat
 
badai_salju1.jpg
matanews.com
Ilustrasi badai salju
Sriwijaya Post - Minggu, 7 Februari 2010 14:02 WIB

WASHINGTON - Tiupan angin kencang dan curahan salju dahsyat mendera Washington DC dan wilayah sekitarnya, Sabtu (6/2/2010). Dua orang dilaporkan tewas dan Metropolitan Washington lumpuh.

Biro Cuaca Nasional (NWS) menempatkan kawasan Metropolitan Washington-Baltimore dalam jalur ”amat berbahaya”, sebuah peringatan bahaya yang berlaku selama 24 jam sejak kejadian tersebut hingga Minggu pukul 10 pagi waktu setempat.

Warga lokal menyebut badai itu sebagai ”Snowpocalypse” dan ”Snowmageddon”, atau badai salju dahsyat yang mengerikan. Hal seperti itu juga melanda wilayah lain, mulai dari Negara Bagian Indiana ke Pennsylvania hingga ke sebagian Negara Bagian New York dan North Carolina.

Badai itu melumpuhkan serta membahayakan perjalanan. Beberapa negara bagian juga menyatakan wilayah mereka berada dalam keadaan darurat.

Cuaca buruk itu menewaskan dua orang, ayah dan anaknya, yang kena terjang traktor besar di sebuah jalan di Virginia. Keduanya saat itu sedang menghentikan traktor untuk meminta tolong mengangkut para pengendara sepeda motor yang terjebak cuaca buruk.

Peramal cuaca mengatakan, kawasan Washington DC akan menjadi wilayah yang paling parah diterjang badai dahsyat. Mereka mengatakan, bepergian di kawasan itu dalam suasana badai bisa mencabut nyawa mereka.

NWS memperkirakan, salju setebal 76 sentimeter atau sekitar 30 inci tertumpuk di seantero kota Washington, sebuah rekor salju paling buruk dalam 88 tahun terakhir.

Terparah

Badai salju terparah sebelumnya menimpa Washington pada 1922 yang melumpuhkan kota dengan tumpukan salju setebal 28 inci. Pada saat itu tidak kurang dari 100 orang tewas.

Presiden Barack Obama, yang tinggal di daerah salju Chicago selama bertahun-tahun, pernah menyindir warga Washington, tahun lalu, yang tidak sanggup membersihkan tutupan beberapa inci salju dan es di jalanan. Namun, dampak badai salju kali ini membuatnya terperangah.

Semua penerbangan yang telah dijadwalkan untuk terbang hari Sabtu di Reagan National Airport dibatalkan. Sebagian besar pesawat terpaksa didaratkan di Dulles International dan Baltimore-Washington International Airport. Seluruh jaringan transportasi darat, baik bus, maupun kereta api bawah tanah juga tak beroperasi, termasuk Metro.

Wakil Manajer Umum Metro Dave Kubicek mengatakan, pihaknya terpaksa menutup 40 stasiun Metro bawah tanah. Pihaknya khawatir, ketika Metro tiba di jalur yang tertutup salju, kemungkinan besar tidak bisa bergerak sekalipun jalur bawah tanahnya aman.

Di pinggiran Washington, warga juga tidak bisa bepergian karena seluruh jaringan transportasi lumpuh. Aliran listrik bagi 28.000 rumah Maryland putus total.

Kc


Di Baca 885 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.