Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Tjipta: SBY Mestinya Bangga Dianalogikan Kerbau
 
Presiden_RI.jpg
DOK.SRIPO
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Sriwijaya Post - Sabtu, 6 Februari 2010 13:15 WIB

JAKARTA — Polemik seputar aksi unjuk rasa yang menampilkan seekor kerbau pada peringatan 100 hari pemerintahan SBY-Boediono yang lalu masih belum berakhir. Sikap Presiden SBY yang mengeluhkan etika para demonstran yang dianggapnya telah menganalogikan dirinya sebagai kerbau mendapat tanggapan pro dan kontra di banyak kalangan masyarakat.

Pengamat komunikasi politik Prof Tjipta Lesmana memandang dari segi lain. Dari sisi mitologi mengenai hewan kerbau yang berkembang di daratan China, Tjipta mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mestinya bangga jika dianalogikan sebagai kerbau.

Ia menceritakan, seusai mendengar pidato presiden terkait aksi demo tersebut, ia pun menelepon seorang biksu untuk menanyakan apa sebenarnya makna dari seekor kerbau itu. "Dan ternyata, SBY harusnya bangga kalau dikatakan kerbau karena, dalam mitologi China, kerbau itu adalah hewan yang paling tangguh, pekerja keras. Tidak ada hewan yang pekerja keras lainnya seperti kerbau," kata Prof Tjipta dalam sebuah acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2010).

Demikian pula dalam kisah-kisah Jawa. Menurutnya, banyak cerita yang menggambarkan kerbau sebagai hewan yang memiliki kekuatan dan sulit untuk dikalahkan. "Makanya, tidak ada alasan untuk merespons itu sebagai hal yang negatif," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan memberikan pandangan yang berbeda. Politisi Demokrat ini menilai sikap Presiden sudah tepat dan menyampaikan apa yang memang perlu disampaikan.

Presiden, kata Ramadhan, tidak melakukan tindakan represif yang berlebihan tetapi justru demokratis dengan mempertanyakan kepantasan aksi unjuk rasa seperti itu. "Presiden hanya mengatakan rambu-rambu yang sudah dikatakan oleh agamawan dan budayawan. Kitalah yang harus perhatikan etika," ujarnya.

Kc


Di Baca 1305 Kali
Beri Ranting :
#1 | Abdurrahman Gathmyr Sungailiat - Bangka | Sabtu, 6 Februari 2010 20:32 WIB
Saya kira benar Bapak Presiden kita kurang sreg dengan demonstrasi dengan membawa kerbau ditulisi seperti itu. Keberatan beliau sangat wajar, masih banyak cara lain untuk berekspresi cara-cara unjuk rasa tersebut. Para demonstran sudah sangat berlebihan dengan cara-cara tersebut.
#2 | hendra kastro palembang | Sabtu, 6 Februari 2010 22:52 WIB
demo sprti itu tdk berlebihan justru yg didemo kok jd berlebihan.. Kl gak mau didemo maka jadilah pemimpin yg baik yg mendengarkan dan melihat kesultan rakyatnya. Ayo buktikan janji2 muluk2 saat kampanye !!!
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.