Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Heryawan Bisiki Alex
 
Sriwijaya Post - Sabtu, 6 Februari 2010 09:09 WIB

PALEMBANG, SRIPO — Sama seperti di Sumsel, pemerintah daerah dan warga Jawa Barat juga antusias menyambut SEA Games XXVI tahun 2011. Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, secara khusus berguru pada Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, agar perhelatan olahraga Asean itu sukses.

 Heryawan mengaku tertarik belajar tentang cara menyiasati pembangunan infrastruktur dan fasilitas olahraga tanpa menggunakan dana APBD, sebagaimana dijelaskan Alex Noerdin dalam Seminar Nasional Olahraga bertema “Mengembalikan Kejayaan Olahraga Indonesia” di Hotel Swarna Dwipa, Jumat (5/2).

 “Ini menarik sekali. Tidak mungkin kita membebaskan lahan 1.000 sampai 2.000 menggunakan dana APBD, syukur kalau nanti dapat bantuan APBN. Tentu saya akan berguru secara khusus pada Pak Alex. Sumsel siap, maka kita terpacu harus siap juga,” katanya.

 Di sela seminar yang diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional dan Porwanas X di Palembang itu, Heryawan dan Alex acap kali terlihat berbisik-bisik membicarakan sesuatu. Kemungkinan kesempatan itu dijadikan Heryawan sebagai pembuka pelajaran yang diinginkannya.

 Sejak menjadi tuan rumah PON V tahun 1961, sampai sekarang Jawa Barat belum pernah mendapatkan kesempatan kembali menyelenggarakan kegiatan multieven olahraga bertaraf nasional dan internasional.

 Heryawan mengatakan, kesempatan jadi tuan rumah SEA Games bersama Sumsel dan Jakarta sudah didambakan masyarakat olahraga dan pemerintah Jabar sejak lama. Pihaknya melakukan revitalisasi sarana prasarana pertandingan dan akomodasi, SDM, dan dukungan dana.

 Dalam kesempatan itu Heryawan juga menyatakan kesiapan Jabar menjadi tuan rumah PON 2016 mengingat waktu yang cukup panjang untuk menyediakan venues cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dalam buklet Jawa Barat tuan rumah Sea Games XXVI tahun 2011 yang dibawa Heryawan, disebutkan Jabar siap menyelenggarakan sebelas cabang olahraga yakni akuatik, taekwondo, dayung, dansa, catur, voli ruangan dan pasir, karate, bisbol dan sofbol, boling, equestrian, dan balap sepeda.

Heryawan mengatakan, seluruh lapisan masyarakat dan kalangan pemerintahan akan bekerja keras agar seluruh pertandingan berjalan sesuai dengan keinginan bersama.

 “Dengan keramahan rakyatnya yang memiliki kebudayaan tinggi serta alamnya yang terkenal indah, seluruh peserta dan para pendukungnya akan merasa puas berada di Jawa Barat,” ujarnya.

 Pembibitan dari Bawah.

Sementara Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, mengatakan nantinya setiap provinsi dan kabupaten serta kota harus memiliki atlet yang berprestasi.

 Pembibitan atlet harus dimulai dari lapisan terbawah dan dilaksanakan berkelanjutan supaya Indonesia tidak kekurangan bibit olahragawan berprestasi.

 Bahkan setiap provinsi nantinya dapat melahirkan atlet yang bisa menyumbang medali emas di tingkat nasional dan internasional, kata dia lagi.

 Menurut dia, untuk melakukan pembibitan atlet dari lapisan terbawah itu perlu melakukan kerjasama antara lain dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata serta Dinas Pemuda dan Olaghraga.

Selain itu, perlu mengoptimalkan keberadaan kampus karena potensi atlet dikalangan universitas cukup banyak dan menjanjikan, kata dia pula.

 Selanjutnya, perlu adanya kerjasama dengan BUMN dalam pembinaan cabang olahraga yang ada supaya nantinya dapat melahirkan sejumlah atlet berprestasi nasional serta internasional.

KONI juga merencanakan, nantinya ada batasan umur peserta PON supaya pembibitan dapat berjalan sekaligus sebagai regenerasi.

 Begitu juga kalau atlet sudah berprestasi di tingkat internasional maka mereka tidak diperbolehkan lagi ikut PON, kata dia. Kesemuanya itu, menurut dia, supaya ada regenerasi atlet terutama dalam persiapan jangka panjang.

 Dikatakannya, bila regenerasi atlet tidak dilaksanakan maka Indonesia sulit berprestasi di tingkat Internasional.

 Oleh karena itu ke depan pihaknya memprogramkan Indonesia Emas yang diharapkan semua lapisan atau batasan umur atlet mempunyai peluang dan pembinaan yang sama, tambah dia.

Selain Gubernur Jabar, Ketua Umum KONI, Gubernur Riau Rusdi Zainal juga memaparkan kesiapannya provinsinya untuk menjadi tuan rumah PON tahun 2012.

 Dari Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga hadir mewakili Menpora adalah Profesor DR James Takudung. Hadir pula Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang.(ahf/Ant)



Di Baca 572 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.