PALEMBANG, SRIPO — Briptu Agus Kuncoro (24) akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah dirawat 16 jam di ruang ICU RS Bhayangkara, Kamis (4/2) pukul 04.00. Anggota Samapta tersebut tewas karena luka tembak di bawah rusuk kiri.
Seperti diberitakan harian ini kemarin, Agus Kuncoro adalah anggota Poltabes Palembang yang jadi tersangka pencurian sepeda motor (curanmor). Ketika hendak dibawa ke PN Palembang dari Rutan Merdeka, Agus melarikan diri. Petugas polisi yang mengawal Agus Kuncoro lalu mengejar. Petugas itu pun memberikan tembakan peringatan lalu menembak badan terkena pinggang belakang dan tembus ke perut. Beberapa kerabat Agus tampak hadir di RS Bhayangkara. Salah satunya kakak tertuanya AKP Sri Hayati seorang Polwan dari Detasemen Khusus (Densus) 88. Kakak Agus tersebut sibuk mengurus surat-surat jenazah adiknya. Manda istri Agus terus menangis di samping jenazah suaminya yang sudah dikafani. Sedangkan Darsiyem, ibu kandung Kuncoro tampak sendu melihat tubuh anaknya yang terbujur kaku dengan mata yang sembab. Ketika Darsiyem diminta wawancara di luar ruang ICU, dengan nada yang berat akhirnya dia mau bicara. “Kami sudah ikhlas dengan kepergian Agus. Tapi saya masih mempertanyakan mengapa anak saya ditembak di tubuh tidak di kakinya,” ujarnya sambil menangis. Ibu delapan orang anak ini juga menambahkan Agus baru diduga terlibat masalah curanmor, tidak harus ditembak. Sedangkan M Niko Andrian Kuncoro (3), anak lelaki buah pernikahan Agus-Manda, tampak hilir mudik masuk dan keluar ruangan ICU. Tidak terlihat kesedihan dari raut mukanya. Dia hanya bermain dengan tantenya yang menjaga. “Bapak lagi sakit, lagi tidur,” ujarnya polos ketika ditanya kemana ayahnya. Bahkan dia hanya melihat ibunya yang menangis lalu duduk di samping jenazah ayahnya. Beberapa petugas Poltabes Palembang dari Identifikasi dan Unit P3D tampak mengidentifikasi dan mencatat data riwayat korban dalam ruang ICU. Beberapa wartawan media cetak dan elektronik dari daerah dan nasional tampak datang untuk meliput. Seusai diidentifikasi, jenazah Agus langsung dimasukkan ke peti jenazah untuk dibawa ke rumah duka. Dengan menggunakan mobil jenazah RS Bhayangkara, peti jenazah Agus dibawa didampingi anak dan istrinya. Setelah jenazah diberangkatkan, Kapoltabes Palembang nampak datang ke RS Bhayangkara. Kapoltabes didampingi ajudannya langsung meluncur ke rumah duka seusai memberi keterangan kepada wartawan. Serahkan SP3 Rumah duka tempat disemayamkan dan dimandikannya jenazah merupakan rumah mertua Agus yang terletak di Aspol blok C No A 23 Kelurahan I Ulu Laut Seberang Ulu I. Masyarakat sekitar tampak hadir ke rumah duka untuk berbela sungkawa. Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan telah datang dan menunggu di pinggir jalan di seberang rumah duka. Kapoltabes tampak didampingi oleh Kasat Samapta, Kanit P3D, Kapolsek Seberang Ulu I dan Kapolsek Kertapati. Setengah jam kemudian, dua orang perwakilan dari kejaksaan datang dan langsung berbincang dengan Kapoltabes Palembang. Setelah semuanya hadir, Kapoltabes beserta jajarannya dan perwakilan dari kejaksaan langsung masuk ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa dan menyerahkan surat SP3 (surat penghentian penyidikan) kepada istri Agus. Selama lima menit di dalam rumah duka, Kapoltabes dan jajarannya mohon pamit kepada keluarga Agus. “Kami dan jajaran turut berbela sungkawa atas meninggalnya saudara Agus. Kasus curanmor yang dilakukan Agus sudah diberhentikan pemeriksaannya karena sudah meninggal,” ujar Luky Hermawan. Setelah dikafani dan disemayamkan di rumah duka, keluarga yang hadir tampak beruraian air mata melihat jenazah Agus untuk terakhir kalinya. Pukul 10.30, jenazah dishalatkan di musala Bhakti selama setengah jam. Setelah disalatkan, pukul 11.00 jenazah Agus yang berada dalam peti langsung dimasukkan ke dalam mobil jenazah untuk dibawa ke rumah orangtuanya yang berada di Jl M Toha Kampung Nambo RT 03 RW 01 No 56 Kelurahan Nambo Jaya Kecamatan Karawaci Tangerang Banten. Dalam mobil jenazah tersebut, terdapat istri dan keluarga Agus mendampingi jenazah. Seusai mengucapkan perpisahan dengan keluarga dan tetangga yang melayat, mobil jenazah langsung berangkat diiringi raungan sirene. Menurut keterangan, jenazah Agus akan dikebumikan di samping makam ayahnya almarhum AKP S Banoe seorang pensiunan polisi dengan jabatan terakhir sebagai Kasat Samapta di Polres Tangerang. Perkiraan keluarga, jenazah akan tiba subuh dan akan langsung dimakamkan. “Keluarga besar yang ada di sana sudah mempersiapkan segala keperluan untuk pemakaman adik bungsu kami,” ujar Sri Hayati. (mg4)