Jumat, 12 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Ras Non-Melayu Dilecehkan
 
Sriwijaya Post - Kamis, 4 Februari 2010 10:28 WIB

KUALA LUMPUR — Staf Ahli Perdana Menteri Malaysia Nasir Safar berencana mengundurkan diri, Rabu (3/2/2010), setelah mempermalukan pemerintah dengan pernyataan melecehkan dan berbau rasis. Dia menyebut warga China dan India di Malaysia sebagai imigran.

Pernyataan Nasir itu menghancurkan kampanye PM Najib Razak yang ingin mewujudkan harmoni di negara dengan tiga etnis utama itu melalui slogan ”Satu Malaysia”.

Kantor PM Malaysia pun, Rabu, langsung mengeluarkan pernyataan bahwa pernyataan Nasir, dalam hal apa pun, tidak merefleksikan pandangan Perdana Menteri.

”Nasir tidak bermaksud membuat pernyataan yang melecehkan. Meski demikian, Nasir meminta maaf atas ketidaknyamanan yang muncul,” demikian pernyataan kantor PM.

Menurut laporan media-media Malaysia, pernyataan Nasir itu disampaikan saat dia berpidato di Negara Bagian Malaka, Selasa. Dia menyatakan bahwa warga India dan China adalah imigran dan pemerintah akan mencabut kewarganegaraan mereka jika menuntut kesetaraan hak.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad juga bereaksi keras dengan pernyataan Nasir. Dia menegaskan, kewarganegaraan warga non-Melayu di Malaysia jangan pernah dipertanyakan. Ada penjelasan dalam konstitusi federal yang menegaskan bahwa warga Melayu memang warga asli, tetapi non-Melayu pun berhak atas kewarganegaraan.

”Itu adalah pernyataan sangat buruk. Kalaupun itu benar, kita tidak mengatakan hal seperti itu. Orang-orang itu telah berada di sini selama bertahun-tahun. Mereka faktanya adalah keturunan dari orang-orang yang datang ke sini. Mereka bukan orang yang baru datang,” kata Dr Mahathir.

Pernyataan Nasir itu bukanlah pernyataan pertama yang disampaikan pejabat partai berkuasa Malaysia, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Penguasa UMNO di Penang, Datuk Ahmad Ismail, sebelumnya telah memberikan label ”pendatang” kepada warga China selama masa kampanye tahun 2008.

Malaysia Insider mempertanyakan seberapa banyak orang seperti Nasir di UMNO. Pandangan rasis itu umumnya didasari ketidaksiapan mereka atas tuntutan kesetaraan hak dari warga China dan India dengan porsi 40 persen dari total 27 juta jiwa penduduk Malaysia.

Tidak bersalah

Ingar-bingar politik di Malaysia juga ramai dengan digelarnya sidang dakwaan sodomi terhadap pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim. Di pengadilan, Anwar menyatakan tidak bersalah atas tuduhan sodomi yang ditujukan kepadanya untuk kedua kalinya.

Anwar menegaskan, tuduhan itu merupakan bagian dari sebuah konspirasi untuk membungkam gerakan politik oposisi. ”Ini adalah sebuah tuduhan jahat, sebuah dakwaan sembrono dan ditiupkan para pemimpin politik yang melakukan dakwaan untuk tujuan politiknya,” kata Anwar ketika sidang dibuka.

Pengadilan kasus sodomi kedua terhadap Anwar itu dilakukan di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur setelah para pengacara Anwar tidak bisa lagi mencegah dilakukannya persidangan karena alasan-alasan teknis yang tidak bisa diselesaikan. Pengacara Anwar telah memohon diberikan akses terhadap bukti-bukti medis dalam kasus itu.

Hakim Mohamad Zabidin Diah sempat menunda persidangan saat para pengacara kedua pihak menunggu Anwar memasuki ruang sidang. Ini terkait permintaan para pengacara Anwar itu. Akan tetapi, sidang kemudian dilanjutkan kembali.

Anwar dituduh melakukan perbuatan sodomi oleh Mohd Saiful Bukhari Azlan (24), mantan pekerja tim kampanye dan orang dekat Anwar. Dia menyebutkan, perbuatan itu dilakukan pada 26 Juni 2008 di sebuah kondominium pribadi. Ini tuduhan terbaru, tetapi Saiful baru melaporkannya kepada polisi dua hari kemudian.

Anwar menegaskan, tuduhan itu dibuat-buat oleh Perdana Menteri Najib Razak untuk menjatuhkan oposisi, tetapi Najib membantah.

Jaksa penuntut mengatakan, sperma Anwar ditemukan pada pemeriksaan medis terhadap Saiful. ”Jaksa juga akan membawa spesimen sperma dari anus Saiful yang diverifikasi oleh departemen kimia bahwa itu milik tertuduh,” kata wakil jaksa penuntut umum, Mohamed Yusof Zainal Abidin, sambil menegaskan bahwa Anwar tidak diragukan lagi bersalah dalam kasus itu.

Kc


Di Baca 1275 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.