Sabtu, 13 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Bachtiar Minta Ditembak SBY
 
Sriwijaya Post - Kamis, 4 Februari 2010 09:16 WIB

JAKARTA, SRIPO — Mantan Menteri Sosial (2004-2009) Bachtiar Chamsyah pernah menantang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memecat dirinya dari jabatan Menteri Sosial apabila terbukti melakukan korupsi pada impor sapi dan mesin jahit tahun 2004. Tak hanya minta dipecat, Bachtiar juga menantang untuk ditembak mati apabila terbukti korupsi. Sayangnya, SBY ketika itu hanya diam.

 Demikian diungkapkan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakiem dalam jumpa pers bersama jajaran pimpinan Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) di Jakarta, Rabu (3/2).

 Lukman Hakiem yang juga Ketua Parmusi mengatakan, Bachtiar Chamsyah pernah diminta keterangan Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) pada tahun 2006 terkait impor sapi dan mesin jahit tersebut. Beberapa hari pasca pemeriksaan, SBY menggelar sidang kabinet yang dihadiri seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I.

 “Dua hari lalu saya ketemu mantan Menpora Adhyaksa Dault. Ia mengatakan, dalam rapat kabinet itu Pak Bachtiar meminta waktu kepada Presiden untuk menjelaskan kasus impor sapi dan mesin jahit. Oleh Pak SBY, Pak Bachtiar diberi kesempatan menjelaskan. Pak Bachtiar menyatakan kepada Pak SBY siap dipecat hingga ditembak apabila melakukan korupsi. Tapi Pak SBY diam saja,” ujar Lukman Hakiem.

 Tarik Dari Koalisi Sekjen Parmusi Imam Suharso menyatakan, seluruh jajaran Parmusi kaget dengan penetapan Bahctiar Chamsyah sebagai tersangka. Bachtiar yang juga Ketua Umum Parmusi dan salah satu dedengkot PPP, selama ini adalah pribadi yang jujur dan berintegritas.

 Parmusi menuding, penetapan tersangka dilakukan secara subyektif dan buru-buru. Sehingga tidak mencerminkan ketidakprofesionalan KPK dalam mengusut kasus tersebut. “Langkah KPK yang demikian kami nilai sebagai bagian dari upaya pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter terhadap tokoh nasional,” tegas Imam.

 “Kami khawatir, penetapan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka tidak murni persoalan hukum, melainkan didorong motif kepentingan politik,” lanjut Imam. Hal tersebut tercermin dari terburu-burunya KPK menetapkan Bachtiar sebagai tersangka. Padahal, kasus tersebut sudah diperiksa sejak tiga tahun lalu. “Kenapa tiba-tiba tidak ada angin tidak ada hujan, KPK menetapkan Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka,” tegasnya.

 Atas dasar itu, Parmusi sebagai pilar utama PPP akan meminta DPP PPP menarik diri dari koalisi dengan pemerintahan SBY-Boediono. “Kita akan usulkan agar DPP PPP keluar dari koalisi,” tegas Imam Suhardjo.

 Penegasan senada disampaikan Lukman Hakiem. ”Kita akan minta DPP PPP untuk menarik dari koalisi. Ini koalisi sudah tidak ada manfaatnya,” tegasnya. (Persda Network/ade/yls)



Di Baca 1508 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.