Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Bangun Gedung Pengkaderan Mubaligh
 
2601sar.jpg
Sripo/sar
Bangunan sementara yang dijadikan pusat pengkaderan Mubaligh Remaja dan Cilik Kota Padang pascagempa 30 September 2009 lalu. Gambar diambil Sabtu (23/1).
Sriwijaya Post - Selasa, 26 Januari 2010 08:58 WIB

PALEMBANG, SRIPO — Insya Allah Dana Kemunusiaan Gempa Sumbar yang dikelola Sriwijaya Post, bekerjasama dengan Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM), Bank BNI Musi dan Hypermart akan dibangunkan Gedung Badan Pusat Pengkaderan Mubaligh Cilik dan Remaja (BPKMCR) sekota Padang.

Pemilihan pembangunan gedung yang juga digunakan umat setempat untuk beribadah lima waktu dan kegiatan dakwah lainnya (Musholla Baituhussamad), itu setelah melakukan survei di sejumlah tempat dalam Kota Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

 Sekretaris Redaksi Sripo, H Salman Rasyidin yang langsung melakukan survei ke lokasi gempa Sumatera Barat, Jumat (22/1) hingga Minggu (24/1), menyebutkan bahwa banyak permintaan agar dana bantuan penyumbang dimanfaatkan untuk pembangunan musalla, masjid, sekolah atau panti asuhan. Permohonan antara lain dari, Panitia Pembangunan Kembali Masjid Attasyakur, Panitia Pembangunan Kembali Musholla di Komplek MTsn Model Gunung Pangilun, Panitia Pembangunan Babussalam Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan dan Panti Asuhan Nareh Padang Pariaman.

 “Pemilihan objek yang akan kita bantu pembangunannya disesuaikan dengan jumlah dana yang diamanahkan oleh para penyumbang/pembaca Sripo. Kebetulan Pembangunan Gedung (BPKMCR) untuk tahap pertama dari dua lantai yang direncanakan bisa memanfaatkan dana Kemanusiaan Gempa Sumbar Sripo,” ujar Salman sembari menjelaskan jumlah dana untuk bantuan pembangunan gedung ini sebesar Rp 196.874.158.

 Seperti diberitakan sebelumnya, Dana Kemanusiaan Gempa Sumbar yang dihimpun Sripo sudah disalurkan sebesar Rp 100 juta. Sehingga total yang sudah dan bakal disalurkan sebesar Rp 296.874.158. Sumbangan ini dihimpun Sripo bekerjasama dengan Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM), Hypermart dan Bank BNI.

Sedangkan dana yang dihimpun bersama Bank Sumsel Babel akan disalurkan tersendiri.

 725 Calon Mubaligh.

Sehari-hari Gedung BPKMCR yang terletak di Jalan DR Moch Hatta Simpang Anduring, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, juga digunakan sebagai tempat beribadah dengan nama Musholla Baithussamad.

 Menurut Sekretaris Panitia Pembangunan Kembali Gedung BPKMCR Aguswanto SP, mendesaknya renovasi gedung yang roboh saat Padang dilanda gempa tektonik 30 September 2009 lalu, itu karena pengkaderan mubaligh harus tetap berjalan.

 Pengkaderan yang berkelanjutan sebagai upaya menciptakan para mubaligh dan mubalighah. Hingga saat ini BPKMCR telah berhasil mengkader 725 santri sebagai calon mubaligh dan mubalighah. Sebagian dari santri yang telah lulus, ada yang langsung terjun ke masyarakat dan ada yang melanjutkan pendidikannya ke sejumlah perguruan tinggi di Kairo, Mesir.

 Melihat potensi dan peran BPKMCR demikian, sangat disayangkan kata Aguswanto, kalau proses ini terhenti karena hanya gedung yang hancur saat gempa tidak disegerakan untuk membangunnya kembali.

Menurut Ketua Panitia Pembangunan Kembali Gedung BPKMCR Zakaria, gedung yang terdiri dua lantai mulai dibangun 1986 secara swadaya. Namun saat ini, untuk berharap penuh dari sumbangan masyarakat sekitar sangat sulit, karena banyak rumah korban pun belum direnovasi.

 “Salah satu alternatif, kami berharap banyak dari penyumbang yang ada di perantauan,” harap Zakaria yang sehari-harinya bertugas di Pelindo Teluk Bayur Padang. (sar)



Di Baca 394 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.