Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Matikan Ngon
 
Sriwijaya Post - Senin, 25 Januari 2010 09:29 WIB

PALEMBANG, SRIPO — Empat laga tanpa kemenangan sangat menyakitkan bagi Sriwijaya FC. Bahkan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang menjadi markas Laskar Wong Kito, tak lagi angker bagi musuh.

 Buktinya, Zah Rahan dan kawan-kawan tiga kali dipaksa lawan bermain imbang.

Kondisi ini membuat defender Precious Emeujeraye penasaran. Pemain berkewargaan Singapura ini mengaku, timnya seperti kehilangan keberuntungan. Dia pun mengingatkan rekan-rekan untuk meningkatkan motivasi bertanding dan meraih kemenangan saat menjamu Persebaya Surabaya, Selasa (24/1) besok.

 “Saya katakan kepada rekan-rekan, ayo semangat men!” ujar Precious.

Dalam pertandingan ini, Precious kembali diturunkan dalam skema permainan 4-4-2. Pemilik tinggi 187 cm ini menjadi bek tengah berduet dengan Charis Yulianto atau Ambrizal. Tugas utamanya mematikan gerak striker lawan, Ngon A Djam dan Korinus Pengkrew. Keduanya mantan striker SFC musim lalu.

 Disinggung mengenai keberadaan Ngon, top skor SFC di musim lalu itu, Precious mengaku tidak begitu mengenalnya. “Tetapi saya sudah melihat permainannya,” ujar bek Timnas Singapura ini.

Menurut mantan pemain Woodlands Wellinthon, ia tidak mendapatkan perintah khusus mematikan Ngon, tetapi sudah menjadi tugasnya menjaga dan mematikan siapa pun yang masuk zona pertahanan SFC.

“Kita bermain zona marking, siapa pun akan dimatikan,” tegasnya.

 Seperti diketahui, sejak ditahan imbang Persib Bandung 1-1 di Stadion Gelora Jakabaring, 12 Desember lalu, SFC mengalami krisis kemenangan. Rahmat Rivai cs hanya meraih kemenangan di kandang dengan menekuk PSPS Pekan Baru 1-0. Selebihnya bermain imbang lawan Persib Bandung, Persija Jakarta 1-1, dan Persik Kediri 1-1. Sementara sisanya mengalami kekalahan yakni, lawan Persema Malang 1-2, Arema Indonesia 0-3, Persisam Samarinda 0-1, dan Bontang FC 1-3. Total dari delapan pertandingan ini, anak asuh Rahmad Darmawan hanya mendapatkan 6 poin.

 Akibat permainan menurun ini, SFC terlempar dari persaingan memperebutkan 4 besar klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL). Kini hanya keajaiban yang membuat Laskar Wong Kito mampu masuk papan atas di akhir putaran pertama ini.

 Kondisi tersebut membuat Precious merasa bersalah, sehingga tiga poin harus didapatkan dalam laga melawan persebaya. Bersama Charis, Ambrizal dan Worabay serta Isnan Ali, ia berharap bisa menundukkan Bajul Ijo julukan Persebaya. Sebab hanya kemenangan bisa menjawab kepercayaan dan mengobati kekecewaan masyarakat Sumsel.

 “Kami minta maaf kepada fans dan beri kesempatan kami untuk meraih hasil maksimal dalam pertandingan nanti,” ujar pemain kelahiran Nigeria, 21 Maret 1983.

 Precious merupakan pemain asing Asia pertama yang didatangkan manajemen untuk menutup celah yang ditinggal Jacques Tsimi ke Persisam Samarinda. Pemain berdarah Nigeria naturalisasi Singapura ini membawa harapan besar untuk mengamankan lini belakang. Namun seiring perjalanan waktu, SFC justru lebih banyak kebobolan yakni 24 gol. Sementara lini depan hanya menjaringkan 20 gol. Minus 4 gol ini menjadi pertanda rapuhnya lini belakang SFC.”Doakan agar kami memperoleh kemenangan,” ujarnya. (ndr)



Di Baca 404 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.