Jumat, 30 Juli 2010
  • NEWSFLASH :
    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Dua Warga OKU Terinfeksi HIV
 
Sriwijaya Post - Senin, 1 Desember 2008 21:20 WIB

BATURAJA, SENIN -  Dua warga terinfeksi virus HIV, satu orang masih berstatus pelajar dan satu memang berpfofesi diwilayah yang rentan terhadap penyakit HIV.
Kepastian tentang virus mematikan yang menyerang dua remaja yang amsih usia produktrif itu  dari  hasil pemeriksaan yang dilakukan Volunter Conseling Test (VCT)  Klinik Merpati, Kabupaten OKU. Kedua warga yang identitas dirahasiakan itu, diketahui mengidap HIV setelah sampel darah diperiksa pihak VCT Klinik Merpati. Hasil analisis sampel darah, positif mengidap HIV. Mereka yang terinfeksi 1 wanita dan 1 pria, berasal dari kalangan usia produktif.
Salah seorang Konselor Klinik Merpati Hadi Sukanto SKp Ners ketika ditemui di Klinik Merpati membenarkan adanya temuan klien terjangkit virus HIV. Menurut Hadi, kedua klien mereka itu sudah menjalani tahapan konseling. "Mereka baru mengkonsumsi vitamin, dan disarankan mengikuti konseling lanjutan serta perawatan (threatmen)," kata Hadi kepada pers Senin  (1/12).
Menurut Konselor Klinik Merpati ini , untuk proses konseling di Klinik Merpati termasuk pemeriksaan darah tidak dipungut biaya . Sampai saat ini, kata dia, sudah ada sekitar 1.002 'klien' yang sudah diambil sampel darah. Ada yang datang secara sukarela, dan ada pula yang menggunakan VCT mobile, alias mendatangi mereka yang rawan terinfeksi penyakit HIV/AIDS.
Menrurut sumber di Klinik Merpati ini,  pengambilan sampel diketahui 1 penderita HIV pada periode April-Juni 2008. Lalu, pada periode Oktober-Desember 2008 ditemukan lagi 1 penderita HIV. Tempat yang sudah diambil sampel darah itu, daerah warung remang Sepancar, dan Rumah Tahanan (Rutan) Baturaja. Rutan Baturaja sendiri menurut Hadi, biasanya para 'penghuninya' membuat tato menggunakan jarum suntik. Padahal penggunaan jarum suntik secara bersama rawan terinfeksi virus HIV.
Terpisah Kadinkes OKU Suharmasto SKM MEpid mengatakan, untuk sosialisasi masalah bahaya penularan HIV sudah pernah dilakukan Dinkes OKU.  "Kita belum dapat angka pasti penderita HIV/AIDS di OKU. Sampai saat ini banyak yang belum sadar atau malu untuk memeriksakan diri," kata Suharmasto.

Leni Juwita


Di Baca 821 Kali
Beri Ranting :
#1 | LIUS IBRAHIM gorontalo | Senin, 4 Mei 2009 10:05 WIB
untuk menemukan suatu penyakit yang ada pada aqua yang terifeksi
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.