PALEMBANG - Dana berobat Gratis yang dibungkus melalui program Jamiman Kesehatan Sosial (Jamkesos) Sumsel Semesta yang diluncurkan Pemprov Sumsel awal 2009 lalu, akan terus dilanjutkan.
Bahkan, di 2010 ini, suntikan dana untuk program pro rakyat yang menjadi insprirasi bagi 21 Provinsi di Indonesia ini dinaikan 5-10 persen dari total dana sebelumnya Rp 240 miliar.
Rapat evaluasi penutupan program berobat gratis 2009 di Hotel Swarna Dwipa yang berlangsung sejak dua hari terakhir ini, diantaranya melakukan inventarisasi jumlah pasien yang terlayani dengan program ini.
Kendati masing-masing Kabupaten/kota belum memberikan data, akan tetapi Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel dr H Ahmad Rozali Mamursa MBA, M.Epid kepada Sripo, Selasa (5/1) memperkirakan ribuan warga Sumsel tertolong dengan programberobat gratis ini.
Misalnya saja, Dinkes Sumsel mengirim 63 pasien yang dirujuk ke RSCM Jakarta yang mengalami kelainan jantung bawaan. Belum lagi yang dirujuk ke RSMH Palembang. "Data detilnya dari masing-masing kabupaten/kota masih dikumpulkan karena pembukuan program berobat gratis 2009 ditutup," katanya.
Bagaimana dengan penggunaan anggaran berobat gratis yang disiapkan Rp 240 miliar? Ternyata, dana yang terserap hanya 65 persen atau Rp 156 miliar. Dengan begitu, untuk program berobat gartis di 2010 memerintah hanya melakukan penambahan sedikit untuk mengembalikan ke posisi Rp 240 miliar.
Mengenai adanya kebijakan pemerintah yang mengisyaratkan harus ada pihak ketiga dalam bentuk asuransi untuk pengelolaan dana Jaminan Sosial Nasional yang akan diatur dalam Undang-Undang (UU)? Ahmad Rozali Mamursa mengatakan, Dinkes belum memberikan sikap resmi.
Menurutnya, dengan sistem swakelola saat ini, Pemprov bisa hemat. "Kalau pakai jasa perusahaan asuransi, saya pikir pemborosan. Mereka pasti mereka minta 10-15 persen untuk jasa mengelolaan," katanya.