
BUTUH tenaga 18 orang pria untuk memindahkan pempek raksasa itu dari wajan ke meja. Mereka menggunakan tiga batang bambu seukuran paha orang dewasa. Saking beratnya pempek, sebatang bambu harus diganti karena patah.
Warga yang melihat pempek itu di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Jumat (4/12) siang, dibuat takjub. Aryani (34), seorang ibu, mengaku bingung memikirkan berapa banyak orang dan waktu untuk menghabiskannya. “Alangke besaknyo, ya cacam,” kata warga lain. Beragam komentar mereka ucapkan secara spontan.Wajar saja. Pempek itu dibuat dari bahan 350 Kg tepung terigu, 250 Kg ikan, 2.800 butir telur, dan 2.000 liter air. Cukanya sampai 10,28 liter di wadah terpisah. Biayanya kisaran Rp 50 juta.Pembuatan pempek melibatkan lebih dari 100 orang selama 6,5 jam sejak pukul 07.00 sampai 13.30. Namun, kekhawatiran Aryani dan warga lainnya tidak terbukti karena pempek itu habis hanya dalam waktu setengah jam. Ratusan warga berebutan sampai-sampai ada yang membawa baskom untuk mewadahi pempek dan membawanya pulang. Sebagian besar warga menggunakan plastik dari stan kuliner di situ.Suasana ramai dan terjadi tarik menarik di antara mereka. Tidak sabar melihat seorang panitia mengiris lamban, warga mengiris sendiri pempek itu menggunakan sendok cuka. Ketua Asosiasi Chef Indonesia Sumsel, I Gede Surata SPd, mengatakan, berat pempek mencapai 550 Kg. Namun sepertinya tidak sampai seberat itu karena ukuran pempek berubah dari rencana pembuatan dengan panjang 2,5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 50cm. Museum Rekor Indonesia (Muri) menyatakan panjang pempek itu 2,5 meter, lebar 1 meter, dengan tinggi 30 centimeter. Meski demikian tetap masuk Muri kategori pempek terbesar di Indonesia dan kemungkinan pula terbesar di dunia. Panitia semula memang menargetkan tinggi pempek mencapai 50 centimeter dan berbentuk prisma. Mereka membuat pempek kapal selam berukuran raksasa, tetapi bentuknya setelah jadi tidak identik dengan pempek telok besak itu. “Karena kendala teknis jadi berbentuk segi empat panjang,” kata Surata.Enam warga dimintai komentarnya sepakat bentuk pempek itu tidak mirip kapal selam. “Lebih mirip tongkang,” kata mereka. (sep/mg3/ahf)