
Harga emas melonjak dan memecahkan rekor baru di bursa New York dan Shanghai. Melesatnya harga si kuning ini dipicu semakin melemahnya nilai tukar dollar AS dan berita yang ditulis oleh harian India, Financial Chronicle yang melaporkan bahwa india akan membeli lebih banyak emas untuk cadangan devisa bank sentral.
Harga emas telah meningkat 11% sejak India membeli emas sebanyak 200 metrik ton dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada 3 November lalu. Hari ini, harga emas mencapai level US$ 1.180,20 per ons troy, setelah Financial Chronicle melaporkan kabar tersebut. Sayang, Gubernur Bank Sentral India, Duvvuri Subbarao menolak memberikan komentar atas rencana pembelian emas tersebut.
Namun, menurut Eugen Weinberg, analis di Commerzbank AG, langkah yang diambil oleh bank sentral India merupakan faktor yang harus dilakukan. "Pembelian emas oleh India membuat harga emas melesat di atas US$ 1.000 per ons troy. Langkah India itu juga diikuti oleh bank sentral negara lainnya," kata Weinberg.
Pada pukul 3:13 waktu Singapura, harga emas untuk pengiriman segera diperdagangkan 0,8% lebih tinggi di posisi US$ 1.179,20 per ons troy. Sementara untuk pengiriman Februari 2010, harga emas mencapai rekor US$ 1.181,60 per ons troy di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex.