
PALEMBANG, SRIPO — Nama “Evan Brimob” ini tiba-tiba muncul dan bikin heboh di tengah polemik antara KPK dan Polri yang tengah hangat di negeri ini. Memang bukan sebagai pelaku, namun statusnya di jejaring facebook yang mengomentari kisruh “Cicak Vs Buaya” mengundang kontroversi.
Si Evan Brimob ini dalam profilnya tercatat sebagai anggota Satuan Brimobda Polda Sumsel. Foto profilnya berpakaian dinas Satuan Brigade Mobil, lengkap dengan baret biru dongkernya. Pernyataan Evan ini sontak membuat geram para facebooker. Sontak, kecaman bertubi-tubi muncul menghajar status Evan. Puluhan, ratusan hingga ribuan komentar menyambangi dan menyerbu status facebook Evan. “Arogan banget Anda sebagai Polri. Polisi seperti Anda yang membuat simpati rakyat ke Polri hilang,” kecam Helmi Satria. Tiga jam kemudian, Evan meralat statusnya. “Ya saya mengaku salah. Sekarang saya ralat : polri butuh masyarakat... masyarakat butuh polri.... maju terus kepolisian indonesia, bangkit indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini.....”. Sripo sebelumnya melakukan penelusuran terhadap Evan Brimob ini. Berhasil mendapati beberpa keterangan baik dari anggota Brimob maupun dari masyarakat yang tinggal di sekitar markas Brimobda Bukit Besar Palembang. Rekan satu angkatan Evan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan Evan memang anggota Brimob, namun dia bertugas di Brimob Pelopor Sungai Lilin Kabupaten Banyuasin. Evan merupakan anggota Brimob angkatan 17 tahun 2006. Dikatakannya, Evan yang menghebohkan dunia maya ini, orangtuanya berasal dari daerah Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim. Dia tergolong anggota yang serius dalam mengerjakan tugas, dan tidak pernah neko-neko. Selain itu dia suka dan mudah bergaul khususnya sesama anggota Brimob. “Memang saya tidak terlalu dekat dengan Evan tapi saya sering bertutur sapa disaat bertugas,” ujarnya.Selain itu menurut salah seorang warga Jalan Ogan Bukit Besar yang enggan menyebutkan namanya mengaku sering bertemu dengan Evan berkumpul bersama teman-temannya di seputaran daerah tersebut. “Dia memang sering kumpul-kumpul sesama anggota di depan rumah saya, apalagi sehabis apel,” katanya. Dansat Brimob Polda Sumsel AKBP Drs Setyo Boedhi saat dikonfirmasi Sripo, Kamis (5/11) malam membenarkan Evan adalah anggota Satuan Brimobda Sumsel. Evan pun menurut Setyo sudah diperiksa. “Saat kita periksa Evan memang mengaku bahwa itu adalah profil facebook miliknya, namun ia tak mengaku kalau dirinya yang menuliskan status itu,” kata Setyo. Pengakuan Evan, sudah sejak satu minggu terakhir facebook miliknya tak bisa dibuka. Seseorang diduga mengganti passwordnya. “Mulanya Evan mengaku passwordnya adalah tanggal lahirnya, tapi ada yang menggantinya,” ungkapnya. Pengakuan Evan ini menurut Setyo cukup masuk akal. Pasalnya disaat pemeriksaan dilakukan ternyata facebook milik Evan itu terus memperbaharui statusnya. “Padahal Evan sedang bersama kita, tapi status dan komentar terus berubah,” tambah Setyo. Namun menurut Setyo pemeriksaan terus di dalami. Jika ternyata dalam perkembangan penyelidikan nanti berbeda maka Setyo mengatakan tetap ada sanksi dari pihaknya. “Evan masih sangat muda dan baru lulus, perlu penataran dan pendidikan,” katanya. Dilaporkan Kompolnas Sebelumnya Evan Brimob, salah satu akun di facebook (FB), membuat gempar. Pemilik akun ini menampilkan foto profil dengan foto seseorang mengenakan baret biru dan seragam Brimob. Dia menulis status yang menyeramkan! Dia pun dilaporkan ke Komisi Polisi Nasional (Kompolnas).Komentar di FB Evan Brimob sangat ramai gara-gara dia menulis status: “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”. Si pelapor Evan Brimob ke Kompolnas adalah Wawan, warga Catur Tunggal, Sleman. Dia melapor ke Kompolnas dengan mengisi formulir yang disediakan Kompolnas tertanggal 5 November 2009. Wawan mengirimkan formulir pengaduan yang diisinya itu ke redaksi detikcom, Kamis (5/11).Saat menulis kesatuan yang dilaporkan ke Kompolnas, Wawan menulis: Sat Brimob Polda Sumsel. Apakah Evan Brimob adalah benar anggota polisi dari Brimob Polda Sumsel? Entahlah. Namun, di profilnya, Evan Brimob mengaku bertugas di Sat Brimob Polda Sumsel. Yang jelas, Wawan menulis dalam kolon ‘Bentuk Perbuatan’, sebagai berikut: “Membuat pernyataan yang melecehkan masyarakat dan beropini negatif tentang masyarakat, secara tidak langsung membuat pernyataan yang provokatif dan bisa memperkeruh isu-isu tentang KPK dan Polri di situs jejaring social facebook.” Dia juga memberikan link di sebuah situs forum yang meramaikan tentang hal itu. Di FB, Evan Brimob mendapat banyak komentar yang sangat banyak oleh para pemilik akun FB yang menjadi ‘friend’-nya. Mereka mengomentari status Evan Brimob yang bertuliskan: “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”. Salah seorang pengguna FB yang berkomentar adalah Yudhistira Lembang. Dia merespons dengan kalimat sebagai berikut: Lo digaji masyarakat lewat pajak, dodol. Jangan bilang polisi gak butuh masyarakat. Klo lo ga butuh masyarakat, lo tinggal di hutan saja sama monyet.” Pemilik akun lain, Maquin Spanish berkomentar: “Evan, katanya saya bisa melakukan pengaduan kalau ada tindakan polisi yang merugikan masyarakat. Oleh sebab itu, saya akan tulisan kamu ini di pengaduan saya di web kepolisian. “ Evan Brimob kemudian menimpali: “Maquis, kamu mengerti apa masalah hukum. kamu tuh gak lebih dari kumpulan orang2 yg gak berguna. Mungkin cinta kamu pernah ditolak oleh polisi ya. Ya iyalah mana mau polisi sama orang yg gak penting kayak lo..” Berbalas komentar antara Evan Brimob dengan pemilik akun FB lainnya kemudian dipindahkan ke forum dan didistribusikan ke banyak mailing list. Dan kasus Evan Brimob ini seakan meledak. Dia pun menerima banyak hujatan. Di FB sendiri sudah muncul fan: Arogansi Evan Brimob Indonesia. Saat ini sudah lebih 300 orang yang bergabung. Juga ada akun FB tandingan bernama ‘Evan Brimob Asu’ dengan foto profil Evan Brimob yang diplesetkan. Terhadap para lawannya, di salah komentarnya, Evan Brimob menulis sebagai berikut: “oh silakan2, satu jengkal pun saya tidak akan mundur. Jangan tidak ya... saya tunggu. Kalau tidak, berarti Anda yg perkarakan dengan hukum.” (cr3/st1/Dtc) Jangan Terprovokasi KABID Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Gofur saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah seorang anggota Brimob yang bernama Evan. “Secara Internal dia masih kita periksa, sejauh mana tindakan tindakan yang telah dilakukanya” pungkasnya. Dikatakan Gofur Evan yang baru diangkat tahun 2006 lalu ini baru diangkat tahun 2006, ia masih tergolong jiwa muda yang responsif dan emosional. “Dihimbau kepada masyarakat jangan terprovokasi masalah ini. Jadi kami mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tindakan yang telah dilakukan anggotanya,” ungkapnya. (cr3/st1)