Jumat, 12 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Enam Pria Misterius Salat Gaib
 
1410dtc.jpg
DETIKCOM
Pria MISTERIUS — Pemakaman Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir tidak hanya dihadiri keluarga. Enam pria tak dikenal turut mengantarkan kakak beradik itu ke peristirahatannya yang terakhir. Enam pria misterius ini juga melakukan salat gaib di makam Syaifudin dan Syahrir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa (13/10).
Sriwijaya Post - Rabu, 14 Oktober 2009 09:32 WIB

PEMAKAMAN Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani (SJ) dan Mohamad Syahrir alias Aing tidak hanya dihadiri keluarga. Di antara pelayat, tampak pula enam lelaki yang bukan dari lingkungan keluarga. Busana yang dikenakan kelompok misterius itu berbeda dari pelayat umumnya. Bertopi dengan janggut panjang menghiasi dagu.

 Yang menarik, keenam pria misterius itu melaksanakan salat gaib di makam Syaifudin dan Syahrir yang dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Selasa (13/10).

 Hingga berakhirnya prosesi pemakaman, tidak ada satu pun yang mengetahui siapa sebenarnya keenam lelaki misterius itu. Saat kedua jenazah dimakamkan, keenam lelaki itu ikut bergabung dengan para pelayat. Mereka tidak henti-hentinya berteriak, ‘Allahu Akbar’ saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

 Usai salat gaib, keenam lelaki misterius itu bergegas meninggalkan pemakaman. Mereka menolak diwawancarai wartawan. Beberapa petugas intel sempat mengabadikan keenam pria misterius itu saat mereka melaksanakan salat gaib.

 Minta Maaf Sementara itu keluarga besar Syaifudin-Syahrir meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas perbuatan keduanya. “Kami mohon maaf kepada semua pihak, bangsa Indonesia, atas perbuatan mereka,” kata kakak kandung kedua tersangka teroris itu, Anugerah, di sela-sela prosesi pemakaman.

 Anugerah yang merupakan anak kedua dari keluarga Djaelani Irsyad dan Asenih juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Polri dan pemerintah, yang telah membantu proses pemakaman kedua jenazah.

 Keluarga berharap, aksi teror yang mengakibatkan banyak korban tewas seperti yang telah dilakukan SJ-Syahrir tidak terulang lagi. Mereka juga berharap media massa tidak lagi mengganggu keluarga, agar bisa beraktivitas dengan tenang.

 “Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi, baik di keluarga kami dan keluarga lainnya” tandasnya.

 Ayahanda SJ-Syahrir yakni Djaelani Irsyad tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya air mata yang terus menetes di wajah tuanya saat ditanya keikhlasan keluarga melepas kedua jenazah. (Persda Network/sj2/mun)



Di Baca 663 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.