Jumat, 3 September 2010
  • NEWSFLASH :
    • Laporkan Kegiatan 17 Agustus-an Anda ke Citizen Jurnalism Sripoku.com

    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
  • :
Lempar Tiga Bom Dibalas Tembakan
 
1010teror.jpg
Sriwijaya Post - Sabtu, 10 Oktober 2009 09:18 WIB

JAKARTA, SRIPO — Kakak-beradik Muhammad Syahrir (41) dan Syaifudin Zuhri alias Syaifudin Jaelani alias Udin alias SJ (31), gembong teroris asal Cilimus, Kuningan, Jawa Barat tewas dalam penyergapan Densus 88 Antiteror Polri di rumah kos di Jalan Semanggi II RT 002/003, Ciputat, Tangerang, Jumat (9/10) sekitar pukul 11.30. Keduanya buronan karena terlibat peledakan bom di dua hotel mewah, JW Marriott dan Rizt Carlton, di Mega Kuningan, Jakarta, 17 Juli lalu.

 Mereka digerebek di kawasan padat penduduk. Tepatnya di rumah kos berlantai dua milik Amas di Jalan Semanggi II, RT 002 RW 003 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Lokasi kos-kosan yang memiliki 20 kamar ini berjarak sekitar 300 meter di belakang Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

 Saat disergap keduanya sedang berada di kamar kos. Kamar itu sebenarnya disewa seseorang bernama Soni yang kini sedang pergi ke Padang Sumbar. Sebelum melakukan penyergapan, anggota Densus 88 mengamankan terlebih dulu anak-anak kos sejauh sekitar 500 meter dari rumah kos mereka. Setelah itu empat anggota Densus 88 mendekati kamar no 15 yang terletak di lantai dua di kamar kos itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengungkapkan polisi terpaksa memberondong tembakan karena SJ-Syahrir melempar tiga bom pipa pada polisi.

 Meskipun Mabes Polri baru menyebut identitas dua jenazah yang ditembak mati, Senin (12/10) mendatang namun Syubhi alias Cui, anak bungsu Isryad Djaelani dan Aseni, memastikan korban tersebut dua kakaknya yang berstatus buron teroris. Ia telah menyaksikan jasad Syahrir, dan SJ beberapa menit setelah tewas disergap Densus 88.

 “Insya Allah, kedua korban itu memang keluarga kami. Adik saya Syubhi sudah melihat di lokasi dan memastikan mereka memang betul saudara kami, Syahrir dan Udin,” ujar Sabil Kurniawan, adik kandung SJ-Syahrir saat dihubungi Persda Network.

 Menurut Sabil, adiknya, Syubhi tinggal di Parung, Kabupaten Bogor, berjarak kurang lebih 15 kilometer dari lokasi penyergapan, di Ciputat. “Saya sudah diberitahu adik saya, Syubhi, dan juga sudah dikabari anggota polisi, kalau yang meninggal itu saudara kami. Ayah dan ibu di Kuningan juga sudah tahu, dan mereka sedih, menangis tapi pasrah. Ayah dan ibu ikhlas apa pun yang terjadi buat anak-anaknya yang memilih jalan sendiri. Kami hanya berdoa, semoga diberi yang terbaik buat mereka,” ujar Sabil.

 Sucihani, janda Ibrohim alias Boim yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung 8 Agustus 2009, mengaku sudah mendapat kabar kematian dua saudara laki-lakinya. Sucihani, adik dari Syahrir dan kakak Syaifudin.

 Siang itu, Sucihani baru saja pulang mengajar pada sebuah sekolah dasar milik Yayasan Husnul Khotimah Cilimus, Kuningan. “Saya baru pulang kerja, tiba-tiba ada berita (Syahrir dan Syaifudin) digerebek. Saya sempat terkejut,” ujar ibu empat anak; Sabrina (12), Ismail (7), Misrina (10), Ishak (5 bulan).

 Serupa dengan Sabil, Sucihani mengatakan, ayah dan ibunya sudah mengetahui kabar kematian Syahrir dan Udin. “Mereka syok, ibu saya masih nangis-nangis,” ujar Sucihani yang juga terdengar terisak-isak ketika dihubungi via telepoon dari Jakarta, Jumat sore. “Tapi sebagai orang Islam, harus ikhlas,” ujar Sucihani.

 Lempar Tiga Bom Dua buron teroris yang disergap di sebuah rumah kos di Ciputat, terpaksa ditembak mati oleh polisi. Alasannya, dua orang yang diduga kuat Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir itu mencoba menyerang petugas.

 “Dengan terpaksa kita tembak karena mereka berusaha menyerang petugas dengan melemparkan 3 buah bom,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (9/10) malam.

 Nanan mengatakan, teroris yang menghuni kamar kos nomor 15 milik Haji Jatna itu memiliki 10 bom. Tiga di antaranya digunakan untuk menyerang polisi yang akan membekuk mereka. “7 Bom bakar kecil lainnya ditemukan di kamar mereka,” kata Nanan.

 Polisi belum bisa memastikan identitas dua tersangka teroris yang tewas karena masih menunggu hasil forensik. Rencana polisi akan mengumumkan secara rinci identitas dua tersangka teroris tersebut pada Senin (12/10) mendatang. Namun keluarga Syaifudin dan Syahrir yang sempat dipanggil polisi, membenarkan keduanya adalah jenazah SJ dan Syahrir.

 Dijelaskan Nanan, Densus 88 menangkap pria berinisial FR sebelum menggerebek rumah kos di Ciputat. Dari FR inilah diperoleh informasi keberadaan dua orang yang diduga Syaifudin dan Syahrir di kos bertarif Rp 432 ribu/bulan itu. “Tersangka FR ditangkap hidup, sehingga kita bisa telusuri keberadaan Zuhri dan Syahrir,” katanya.

 Nanan mengatakan, FR diciduk pada pagi hari di Bekasi, Jawa Barat. Sementara penggerebekan terhadap dua orang yang diduga Zuhri dan Syarir dilakukan sekitar pukul 11.00. Nanan enggan menjelaskan lebih jauh mengenai sosok pria itu. Termasuk peranan apa yang dimainkan FR dalam jaringan teroris Noordin M Top itu.

 “Nanti, secara detail akan diberikan penjelasan hari Senin (12/10),” pungkasnya.

FR disebut-sebut sebagai Fajri. Fajri yang kini telah diamankan polisi tersebut diduga merupakan kurir Zuhri. Namun, sumber di kepolisian mengatakan FR adalah nama inisial dari Fajar. (mun/sj3/sj1/sj2/amb/yls/Dtc/Ant)



Di Baca 647 Kali
Beri Ranting :
#1 | m.bayu krismawan jl.jati XII no 2 simaling | Sabtu, 10 Oktober 2009 11:35 WIB
selamat buat densus 88 polri, sikat trus para teroris yang hanya bisa buat warga resah dan takut
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.