
PADANG, SRIPO — Pemerintah Australia membangun instalasi darurat pengolahan air laut menjadi air minum bagi warga Kota Padang pasca gempa di Sumatera Barat (Sumbar).
Instalasi darurat tersebut mampu menghasilkan air minum yang langsung dikonsumsi sebanyak 400 ribu liter sehari.Peralatan pengolahan air laut yang merupakan bantuan dari pemerintah Australia tersebut dipasang di pantai Ulak Karang Selatan Kecamatan Padang Utara, Rabu (7/10). Mesin pengolahan air laut menjadi air tawar tersebut langsung dioperasionalkan dan siap didistribusikan ke warga Kota Padang yang kekurangan air bersih pasca gempa hari Rabu (30/9). Proses penyulingan air laut menjadi air tawar tersebut tidak sampai 5 menit dan langsung bisa diminum. Mesin pengolahan air minum tersebut diharapkan bisa membantu dalam penyediaan air bersih bagi warga Kota Padang dan sekitarnya. Proses penyulingan air laut tersebut disaksikan langsung wakil walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah. Bahkan Mahyeldi ikut serta langsung meminum air yang telah disaring melalui proses penyulingan tersebut. Pejabat militer Australia Letnan Kolonel (letkol) Sweeney yang mengoperasikan mesin penyaring tersebut mengatakan mesin ini merupakan bantuan dari pemerintah Australia bagi warga pasca bencana gempa. “Bantuan ini bentuk persahabatan Australia dan Indonesia dan sebagai tanda keprihatinan terhadap bencana yang melanda Sumatera Barat,” ujarnya di lokasi, Rabu (7/10). Menurut Letkol Sweeney, pihaknya telah menyiapkan dua tanki penampung air setelah melalui proses penyulingan sebanyak 7.500 liter. Namun mesin pengolah ini bisa menghasilkan air bersih langsung bisa diminum sebanyak 400 ribu liter sehari. “Air hasil penyulingan ini bisa didistribusikan langsung ke warga tertimpa bencana,” ujarnya. Dikatakan Letkol Sweeney, dua unit lagi akan didatangkan lagi sekitar dua hari ke depan untuk membantu satu unit alat yang sudah beroperasi ini. Dengan adanya 3 set mesin pengolah air ini, sebagian bisa didistribusikan ke Pariaman. Mahyeldi Ansarullah menyambut baik bantuan dari pemerintah Australia tersebut. Mesin pengolah air laut ini setidaknya bisa mengatasi kesulitan air bersih bagi warga Kota Padang yang saat ini mulai kekurangan pasokan air bersih lantaran belum optimalnya perangkat air bersih dari PDAM pasca gempa. “Nanti kita akan meminta bantuan Kota Padang dan provinsi untuk menyiapkan truk tanki, sehingga air hasil pengolahan ini bisa langsung didistribusikan ke warga, membantu pendistribusi air bersih yang telah didistribusikan PDAM sejak beberapa hari terakhir,” ujarnya. Kata Mahyeldi, kebutuhan air bersih dan penerangan merupakan kebutuhan penting pasca gempa, terutama bagi warga yang tidak memiliki sumur sebagai alternatif. Diharapkan dengan bantuan mesin pengolahan air laut menjadi air bersih ini, kesulitan warga mengenai air bersih bisa diatasi. (TP)