Jumat, 3 September 2010
  • NEWSFLASH :
    • Laporkan Kegiatan 17 Agustus-an Anda ke Citizen Jurnalism Sripoku.com

    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
  • :
Satu Desa Jadi Kuburan Masal
 
0510ant.jpg
ANTARA/MARIL GAFUR
EVAKUASI KORBAN — Dua alat berat berusaha mengevakuasi korban longsor pada hari kelima di kawasan Desa Pulau Air, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Minggu (4/10). Sulitnya mengevakuasi korban membuat Pemrov Sumbar berencana membikin kuburan masal di lokasi longsor.
Sriwijaya Post - Senin, 5 Oktober 2009 10:29 WIB

PADANG, SRIPO — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyepakati pendirian pemakaman masal di Desa Tandikek, Kabupaten Pariaman. Pada daerah tersebut, sekitar 300 orang masih dinyatakan tertimbun akibat gempa berkuatan 7.6 Skala Ricther yang menyebabkan longsor.

 Seperti pernah diberitakan harian ini, di kawasan itu terjadi longsor dahsyat menyusul guncangan gempa. Longsoran tanah mengubur sekitar 150 rumah di desa itu hingga mencapai ketinggian 15 meter. Sedikitnya 300 warga tertimbun longsoran itu. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih sulit mengevakuasi korban. Selain minimnya peralatan dan tebalnya longsoran, juga karena desa itu letaknya terpencil sehingga mempersulit alat berat yang masuk.

 “Berdasarkan keputusan rapat hari ini, kami akan menjadikan wilayah tersebut (Tandikek) sebagai kuburan massal,” ujar Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Dede Nuzul Putra, di Padang, Sumatera Barat, Minggu (4/10).

 Menurut Dede, dalam rapat tersebut, pemerintah akan lebih memfokuskan pencarian pada korban yang kemungkinan masih dapat bertahan hidup dalam reruntuhan bangunan atau yang mengalami cedera. “Juga lokasi ini agak sulit dijangkau dan mereka (korban) sudah tertimbun cukup lama selama 3 hari. Jadi tidak ada kemungkinan hidup,” kata dia.

 Selain itu, lanjut dede, alat-alat berat yang dibutuhkan untuk proses evakuasi korban masih sangat minim. Pemerintah daerah pun akan meminta bantuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meyakinkan keluarga korban agar rela memakamkan keluarganya dimakamkan dalam pemakaman massal. “Agar memberikan pengertian pada keluarga korban,” pungkasnya.

 Laporan dari masyarakat yang masih tersisa warga di Dusun Lubuk Laweh —pemukiman penduduk yang padat dari tiga dusun tertimbun longsor — hanya sekitar 15 orang yang tersisa.

Upaya evakuasi pada hari ketiga pascagempa juga berdatangan, termasuk tim Rescue dari Jepang dan Swiss dengan mengandalkan seekor anjing pelancak.

 Salah seorang Tim Dokter Posko Kesehatan Polda Sumatra Selatan (Sumsel), Iptu, Rahmat Fajar, menyebutkan mayat korban yang berhasil dievakuasi kemudian dilakukan identifikasi di posko.

Selanjutnya, bagi warga yang mengenal jasad korban atau mengaku adalah pemiliknya, dipersilakan untuk segera menguburkannya.

 “Kita hanya memberi batas waktu mayat yang berhasil dievakuasi berada di posko hingga sorenya, guna menghindari bau tak sedap menyebar di lingkungan posko,”katanya.

 Memasuki hari keempat pascagempa jasad korban yang ditemukan sudah mulai membusuk sehingga perlu segera penguburannya. “Kalau dibiarkan lama di lingkungan posko, tentu dampaknya terhadap aktivitas dan kondisi kesehatan petugas. Tapi mayat-mayat yang telah ditemukan sudah dikuburkan semua pihak keluarga dan penduduk setempat,” kata Rahmat.

 Pantauan wartawan di lokasi (tiga dusun di Desa Tandikek, Red), menunjukkan bekas perkampungan penduduk yang berada di keliling bukit itu, seperti 100 hektare lahan kosong yang baru digarap untuk dijadikan perkebunan karena hanya hamparan tanah kuning yang terlihat.

 Tetapi ketika menelusuri tumpukan-tumpukan tanah kuning yang diwarnai batang pohon durian dan kelapa, masih terlihat serakan puing-puing bangunan rumah dan pakaian. Sedangkan rumah yang masih terlihat berdiri sudah rusak dan tak lagi layak huni, bahkan ada yang rata dengan tanah. Sehingga sangat wajar jika Pemprov Sumbar memutuskan untuk menjadikan kawasan itu sebagai kuburan massal. Namun keputusan itu harus disetujui warga setempat khususnya yang keluarga ikut tertimbun longsoran. (PersdaNetwork/TP/Kc/Dtc/Ant)



Di Baca 603 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.