PALEMBANG, SRIPO — SR, pasien suspect virus H5N1 (flu burung), akhirnya bernapas legas. Hasil tes sampel darah dan air liur yang diteliti Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang ternyata negatif akan virus tersebut.
Namun tim dokter penanganan flu burung/babi RSMH belum mengeluarkan SR dari ruang isolasi. Pasalnya, tim dokter masih menunggu hasil tes dari Laboratorium Kesehatan Depkes Jakarta.
Ketua Tim Dokter RSMH Palembang, dr Zen Ahmad SpPD (Paru) kepada wartawan, Senin (10/8) mengatakan, sampel atau spesimen darah dan air liur pasien dikirim ke dua laboratorium.
Sampel X dikirim ke BBLK Depkes di Palembang sedangkan sampel Y dikirim ke Labkes di Jakarta. Hasil BBLK Palembang sudah diketahui namun tim medis masih menunggu pendapat pembanding. Yakni hasil tes Labkes Depkes Jakarta yang diperkirakan 13 Agustus akan dapat diketahui hasilnya.
“Kita tunggu hasil tes kedua. Biasanya jika di Palembang terbukti negatif, maka hasil Jakarta akan sama,” katanya.
Ditanya mengenai perlakuan tim medis terhadap SR, Zen Ahmad tetap memperlakukannya sebagai pasien suspect flu burung.
“Sampai hasil Jakarta didapatkan, baru SR kita keluarkan dari ruangan isolasi,” katanya.
Mengenai status menyakit yang dialami SR sendiri, lagi-lagi Zen Ahmad mengatakan, “Flu biasa tetapi statusnya berat.”
Pengamatan di Gedung SARS Center kemarin, SR yang tinggal di kawasan Sukarami Indah ini masih ditemani orangtuanya di kamar No 1 Paviliun Melati. Ruang itu ruang khusus bagi pasien flu burung dan flu babi.
Menurut petugas medis, temparatur tubuhnya sudah mulai normal. Begitu pun dengan sistem pernapasannya sudah jauh lebih baik. “Pasien sudah bisa berkomunikasi dengan baik,” kata perawat jaga.
Tetap Waspada
Sementara itu, menyikapi pasien suspect flu burung, Dinas Peternakan Sumsel menyatakan tetap waspada. Bahkan tim penyuluh hingga saat ini masih melakukan tugasnya memberikan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya kesehatan lingkungan. Termasuk penyemprotan (desinfektan) jika menemukan unggas yang mati mendadak.
Kabid Keswan dan Kesmas Veteriner Disnak Sumsel drh I Wawan Telabah mengatakan, untuk kasus flu burung belum sepenuhnya bisa dikatakan bersih karena sewaktu-waktu virus ini bisa muncul. Untuk itu sosialisasi terus dilakukan.
“Untuk kasus SR kita masih pelajari. Apakah SR ada riwayat kontak dengan unggas atau tidak,” katanya.
Kalau flu burung penularan virusnya dari unggas ke manusia sementara flu babi dari manusia ke manusia. Karena itu, perlu disikapi secara serius dengan melakukan pola hidup bersih.
SR diduga terjangkit virus H5N1 setelah hasil seri ronsen pada paru-parunya memperlihatkan kelainan dalam waktu singkat. (sin)