Jumat, 12 Maret 2010
  • NEWSFLASH :
    • Portal Berita Sumatera Selatan
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
    • akses m.Sripoku.com di ponsel anda
  • :
Rahmat Rivai, Sarjana Jago Bola
 
Sriwijaya Post - Selasa, 11 Agustus 2009 06:26 WIB

CERDAS, blak-blakan, dan penuh perhitungan. Demikian kesan Sripo saat mewawancarai striker anyar Sriwijaya FC, Rahmat Rivai di Mess Pertiwi, Minggu (9/8). Sebagai pesepakbola, Rahmat terbilang sukses. Bersama Persitara Jakarta Utara musim lalu, dia mengemas 20 gol baik Indonesia Super Liga (ISL) maupun di Copa Dji Sam Soe.

Di luar itu, pemain dengan ciri khas rambut kuncir kudanya ini, memiliki keluarga yang bahagia dan bisnis yang dijalankan isterinya, Risna Djamal. Diam-diam dia adalah Sarjana Ekonomi jebolan Univeristas Khoirun Ternate tahun 2002. Meski terbilang sukses sebagai pesepakbola, siapa sangka masa kecil Rahmat dilaluinya dengan penuh perjuangan.

Terpuruknya bisnis keluarga karena ayahnya, Maruf Rivai yang sakit, ditambahkan lagi kepergian ibunya, Aisyah yang memilih bercerai dengan sang ayah, membuat Rahmat kecil tertekan. Rahmat kemudian membantu ayahnya menjalan bisnis batu bata milik keluarganya.

Meski tetap membantu ayahnya, Rahmat tidak lupa bermain bola. Itu pun atas dorongan sang ayah yang sangat menyanyanginya. Setiap hari ayahnya mengantarkan Rahmad bermain bola bersama adiknya Alvian Rivai yang kini memperkuat Perseman Manokwari.

Dorongan Ayah
Rahmat mengaku kerap menangis dan ingin bertemu ibunya yang pergi ke Jakarta. Saat itulah ayahnya mengatakan, jika dia bermain bola dengan tekun dan sukses menjadi pesepakbola, maka dengan sendirinya dia akan berangkat ke Jakarta.
“Ayah bilang kalau saya sukses menjadi pesepakbola dan banyak uang saya bisa susul ibu ke Jakarta,” kenang Rahmat.

Duka ditinggal ibunya membuat Rahmat kecil sedikit tertutup. Perasaannya ia tumpahkan dengan bermain sepakbola. Perlahan namun pasti bakat Rahmat mulai terlihat. Dia menjadi andalan klub sekolahnya SMAN 5 Ternate yang kemudian menjadi juara turnamen se-Maluku Utara tahun 1992. Timnas Junior yang kala itu ditangani pelatih Danurwindo memanggilnya. Tetapi dia batal berangkat lantaran pemerintah setempat tidak mengizinkannya.
Sebagai pemain berbakat, anak pertama dari dua bersaudaranya ini menjadi andalan Kota Ternate di piala Suratin.

Ayah dua anak ini kemudian diminta membela Persiter Ternate yang mentas di Divisi II kala itu.”Nah saat itulah saya gunakan untuk kuliah,” ujar Rahmat.
Masuk kuliah tahun 1997 Rahmat sebenarnya sudah menyelesaikan studinya tahun 1999. Tetapi pada tahun itu panggilan PSPS Pekan Baru datang. Sehingga kuliahnya tertunda. Di PSPS Pekan Baru Rahmat bergabung bersama Hendro Kartiko dan pemain senior lainnya Kurniawan Dwi Yulianto. Setelah dua tahun bermain tim Sumatera, Rahmat pulang kampung untuk merampungkan kuliahnya tahun 2002.

“Saya pulang karena ada sakit sedikit. Sakit saya waktu itu aneh. Seperti depresi lah. Saya seperti ketakutan terus. Sampai akhirnya sembuh setelah diobati paman saya,” ujar Rahmat.

Setelah sembuh, pertengahan 2003 PSPS kembali mengajaknya bergabung. Dorongan ingin membahagiakan ayah dan adiknya, Rahmat kembali memperkuat PSPS. Namun krisis keungan di klub Sumatera itu membuatnya ke Ternate pada tahun 2004. Atas permintaan Walikota Ternate, Rahmat kembali memperkuat Persiter Ternate. Bersama tim ini Rahmat menunjukkan bakatnya. Tim ini mampu dibawanya hingga ke Divisi Utama. Namun krisis keuangan membuat klub ini bangkrut dan mengundurkan diri sehingga tereliminasi ke Divisi II lagi tahun 2008.

Meski demikian nama Rahmat bersinar terang, manajemen Persitara kemudian merekrutnya. Bersama klub ini Rahmat membuat kejutan-kejutan di ISL termasuk menciptakan hatrik berkelas di Copa Dji Sam Soe.

Sebagai pemain sepak bola, Rahmat mengaku bahagia. Penghasilannya kini dikelola sang istri yang juga Sarjana Ekonomi dan PNS di Tarnate. “Uang dari sepakbola dikelola istri, kini punya usaha kecil-kecilan. Lumayan untuk hari tua,” ujar Rahmat yang memiliki Kos-Kosan 20 Pintu dan 1 Kapal Cepat berkapasitas 40 orang yang beroperasi di perairan Ternate.

Berbicara masalah Sriwijaya FC, Rahmat mengaku memang sejak awal tertarik dengan tim wong kito ini, selain itu keluarga besarnya terutama anak istrinya telah mengizinkan. Sehingga meski banyak klub lain yang meminatinya, seperti Persela Lamongan dan Persipura, tetapi dia memilih bergabung bersama Charis cs. “Saya bergabung di sini karena targetnya jelas. Pemainnya bagus dan pelatih juga bagus,” kata Rahmat.
(hendra kusuma)



Di Baca 728 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.