Jumat, 3 September 2010
  • NEWSFLASH :
    • Laporkan Kegiatan 17 Agustus-an Anda ke Citizen Jurnalism Sripoku.com

    • Tribunnews.com - Portal Berita Indonesia
    • Baca Harian Umum Sriwijaya Post di epaper.sripoku.com
  • :
Bangga Bersama SFC
 
Sriwijaya Post - Senin, 10 Agustus 2009 06:34 WIB

MALAM itu Senin, 21 Juli, dini hari, Anak Agung Wahyu Trisnajaya tampak ragu mengangkat ponselnya yang berdering. Maklum, selain sedang ngobrol dengan ayahnya, Anak Agung Ngurah Kamajaya, “Nana” sapaanya juga tidak mengenal pemilik nomor yang memanggilnya.
“Saya sempat ragu mengangkatnya,” cerita Nana kepada Sripo di Mess Pertiwi, Sabtu (8/8).
Meski demikian, Nana mengangkat ponselnya. Di seberang sana terdengar suara yang lembut tetapi tegas menyapanya. Malam itu, ternyata pelatih Sriwijaya FC Rahmad “RD” Darmawan mengajaknya bergabung bersama tim wong kito untuk musim kompetisi mendatang.
“Saya sempat tak percaya, kalau itu pak RD yang telepon,” ungkap Nana yang malam itu tak bisa tidur.
Keesokan harinya barulah Nana percaya jika pria yang menelponnya malam itu RD. Setelah manajer Sriwijaya FC Hendri Zainudin mengontaknya ulang keesokan harinya dan mengajaknya bergabung.
“Saya kemudian berdiskusi dengan orang tua saya dan mereka mendukung,” ujar Nana.
Selanjutnya tanpa kesulitan, manajemen SFC berhasil merekrut pemuda belia asal Bali ini. Kesepakatan soal harga sudah diputuskan. Nana pun dengan kepala tegak dan dilepas kedua orang tua berangkat menuju Palembang pada 2 Agustus lalu, untuk mengikuti latihan perdana.
Sangat Bangga
“Siapa yang tidak bangga direkrut SFC, tim juara. Saya fikir ini merupakan kesempatan bagi saya,” Nana dengan mata berbinar.
AA Ngurah Wahyu Trisna Jaya merupakan bek anyar belia yang direkrut SFC bersama pemain belia lainnya, Bobby Satria. Anak kedua dari 3 bersaudara ini, memutuskan memperkuat SFC setelah setengah musim memperkuat Persitara Jakarta Utara. Padahal ada klub lain ingin merekrutnya.
Sebagai bek muda dan terbilang hijau di kompetisi ketat seperti Indonesia Super Liga, Nana belum begitu dikenal. Namun berkat penampilan cemerlangnya bersama Persitara di ISL musim 2009 lalu, “RD” tertarik mengambilnya. Pemuda jangkung ini diplot menjadi pelapis Charis Yulianto.
Disinggung mengenai posisinya ini, Nana tidak terlalu merisaukan, sebab dengan banyaknya pemain timnas dia akan banyak belajar dari para seniornya. “Saya tidak berpikir untuk bersaing, tetapi justru bisa belajar banyak,” Nana berdiplomasi.
Debutan yang Dipercaya
Sejak SD, Nana sudah menekuni sepakbola. Sebab ayahnya juga pemain sepak bola. Dengan postur 178 cm didukung bakat yang dimiliki di lini belakang, membuatnya menjadi andalan sekolah. Menjelang PON XVIII di Kaltim 2008, anak dari pasangan AA Ngurah Kamajaya dan AA Made Ariyani ini, terpilih menjadi Tim Sepakbola Provinsi Bali.
Disini bakatnya semakin terasah dengan baik. Puncaknya saat Persitara melakukan ujicoba di Denpasar Bali melawan eks Tim PON Bali dimana Nana bergabung di dalamnya. Melihat penampilannya yang kalem tetapi taktis dan lugas itu, manajemen Persitara tertarik merekrutnya. Jadilah pemuda kelahiran Denpasar, 28 Juni 1988 ini magang bersama Persitara. Setelah beberapa minggu, dia kemudian dikontrak untuk setengah musim (2009).
Bersama Persitara bakatnya semakin menonjol, bersama senior Rahmat Rivai yang juga bergabung di SFC. Nana berhasil mengantarkan Persitara ke perempat final Copa Dji Sam Soe.
Dia berjanji jika diberikan kesempatan akan mewujudkan target double winner dan mampu bersaing di tingkat Asia. (hendra kusuma)



Di Baca 1102 Kali
Beri Ranting :
Nama
Email
Alamat
Komentar
Kode Sekuriti

Tulis Kode sekuriti yang ada di samping
 
Saya menerima aturan dan syarat aturan dan syarat yang berlaku
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
.